KALTIMPOST.ID-Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Samarinda dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara maupun bahan bakar pembangkit.
PT PLN menyebut gangguan terjadi akibat kendala teknis pada salah satu komponen pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan.
Kondisi tersebut membuat suplai daya ke sistem kelistrikan Kalimantan belum dapat beroperasi secara optimal.
Sehingga PLN menerapkan pemadaman bergilir sebagai langkah untuk menjaga keandalan sistem sekaligus meminimalkan dampak yang lebih luas kepada pelanggan.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kaltimra Annisa Nabiha menjelaskan, saat ini seluruh tim masih berfokus melakukan pemulihan terhadap komponen pembangkit yang mengalami gangguan.
Baca Juga: Bupati PPU Mendorong Peningkatan DBH Sawit, Nilai Porsi 4 Persen Tak Seimbang dengan Beban Daerah
Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan hingga kapan jadwal pemadaman bergilir akan berlangsung.
“Saat ini kami memfokuskan upaya-upaya pemulihan gangguan yang terjadi pada salah satu komponen PLTGU di sistem kelistrikan. Berbagai langkah terus dilakukan untuk meminimalkan dampak kepada pelanggan,” ujarnya, Senin (29/6).
Annisa menegaskan gangguan yang terjadi murni disebabkan kendala teknis pada pembangkit, bukan karena kerusakan jaringan distribusi maupun terganggunya pasokan energi primer.
Menurutnya, ketersediaan batu bara dan bahan bakar untuk pembangkit saat ini berada dalam kondisi aman. “Laporan terkini pasokan bahan bakar mencukupi kebutuhan operasional,” tegasnya.
Dia menambahkan, Sistem Mahakam yang melayani wilayah Samarinda merupakan bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.
Pasokan listrik diperoleh dari sejumlah pembangkit yang saling terhubung dalam satu jaringan.
“Secepatnya tim melakukan perbaikan komponen PLTGU yang mengalami kendala teknis selesai dilakukan,” tambahnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk memantau jadwal pemadaman bergilir melalui kanal resmi WhatsApp Channel PLN yang diperbarui secara berkala.
Pihaknya juga memahami keluhan masyarakat dan menyampaikan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Saat ini kendala tersebut tengah kami tangani dengan mengoptimalkan upaya pemulihan,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.