KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah terus menggenjot belanja negara untuk menjaga laju pembangunan di Kalimantan Timur. Hingga 31 Mei 2026, realisasi Belanja Negara telah mencapai Rp 15,028 triliun atau 37,74 persen dari pagu sebesar Rp39,816 triliun. Porsi terbesar belanja modal masih diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu dijelaskan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Timur Tjahjo Purnomo. Realisasi belanja tersebut ditopang oleh Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang telah mencapai Rp6,206 triliun atau 34,99 persen dari pagu.
"Belanja negara hingga 31 Mei 2026 terealisasi Rp15.028,10 miliar atau 37,74 persen dari pagu sebesar Rp39.816,48 miliar. Kinerja ini ditopang oleh Belanja Pemerintah Pusat Rp6.206,43 miliar atau 34,99 persen dari pagu," ujarnya. Dari total belanja pemerintah pusat tersebut, belanja modal mencapai Rp3,168 triliun atau 33,66 persen dari pagu.
Anggaran itu sebagian besar dimanfaatkan untuk pembangunan jalan bebas hambatan sebagai bagian dari dukungan infrastruktur IKN. Selain belanja modal, pemerintah juga telah merealisasikan belanja pegawai sebesar Rp2,039 triliun atau 44,86 persen dari pagu. Sementara belanja barang mencapai Rp998,78 miliar atau 26,43 persen dari pagu.
Tjahjo menjelaskan, optimalisasi belanja negara menjadi instrumen penting untuk memastikan pembangunan strategis tetap berjalan sekaligus memberikan dampak bagi perekonomian daerah. "Realisasi belanja modal sebesar Rp3.168,35 miliar atau 33,66 persen dari pagu sebagian besar digunakan untuk pembangunan jalan bebas hambatan sebagai dukungan infrastruktur IKN," jelasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki