KALTIMPOST.ID, - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Jumat (3/7). Dalam kunjungan itu, ia meninjau berbagai hasil karya warga binaan sekaligus menyampaikan sejumlah dukungan untuk pengembangan lapas.
Saat berkeliling, Rudy menyambangi ruang keterampilan tempat warga binaan membuat kerajinan seperti menjahit, menyulam, dan merajut. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kaltim akan memesan 100 boneka rajut berpakaian adat Dayak sebagai suvenir resmi.
"Kita pesan 100 boneka rajut pakaian adat Dayak Kaltim untuk suvenir Pemprov Kaltim," kata Rudy. Selain kerajinan, Rudy juga memesan kue dan roti yang diproduksi warga binaan. Menurutnya, produk tersebut akan digunakan di lingkungan Kantor Gubernur, termasuk di ruang kerjanya.
Dalam kesempatan itu, Rudy juga membuka peluang bagi kelompok seni warga binaan, seperti penari dan grup musik, untuk tampil pada sejumlah kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Kaltim. Di hadapan ratusan warga binaan, ia mengajak mereka untuk fokus membangun masa depan setelah menjalani pembinaan.
"Saya yakin kalian adalah wanita-wanita kuat. Kita tidak akan bicara masa lalu, tapi masa yang akan datang. Kita buka lembaran baru," ujarnya. Selain memberikan motivasi, Rudy menyoroti kondisi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong yang mengalami kelebihan kapasitas.
Berdasarkan data yang disampaikan pihak lapas, fasilitas yang semestinya menampung 135 orang kini dihuni 357 warga binaan. Sebagian lainnya bahkan masih dititipkan di lapas lain di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Ia menyebut pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan anggaran untuk melanjutkan pembangunan gedung baru lapas. Bantuan tersebut diharapkan bisa dialokasikan melalui pergeseran anggaran tahun ini. Jika belum memungkinkan, akan diusulkan pada APBD 2027.
"Kita tidak bicara anggaran, tapi ini sudah kemanusiaan," kata Rudy. Kebutuhan anggaran pembangunan gedung baru diperkirakan mencapai sekitar Rp28 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengalokasikan Rp8 miliar sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp20 miliar. (riz)
Editor : Muhammad Rizki