KALTIMPOST.ID-Pemadaman listrik bergilir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Di balik padamnya aliran listrik, terdapat risiko lain yang kerap luput dari perhatian, yakni lonjakan tegangan saat listrik kembali menyala yang dapat memperpendek umur peralatan elektronik rumah tangga.
Sekretaris Program Studi D3 Teknik Instrumentasi Elektronika Migas sekaligus dosen Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Migas Balikpapan Iin Darmiyati mengatakan kondisi tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam sistem kelistrikan ketika jaringan mulai dinormalkan kembali setelah padam.
“Saat listrik kembali menyala, tegangan belum tentu langsung stabil. Ada proses penormalan jaringan sehingga berpotensi terjadi fluktuasi atau lonjakan tegangan sesaat atau power surge. Walaupun hanya berlangsung singkat, kondisi itu bisa memberi tekanan pada komponen elektronik yang sensitif,” ujarnya kepada Kaltim Post, Sabtu (4/7).
Menurut Iin, karena itu masyarakat sebaiknya tidak langsung menyalakan seluruh peralatan listrik begitu aliran listrik kembali normal.
Langkah paling sederhana adalah mencabut steker saat listrik padam, kemudian menunggu beberapa menit setelah listrik kembali menyala sebelum menghubungkan kembali peralatan elektronik.
“Saya biasanya menunggu sekitar tiga sampai lima menit setelah listrik menyala. Setelah itu baru colok kembali peralatan, dimulai dari kulkas atau pompa air yang bebannya besar, baru peralatan lainnya. Cara sederhana ini bisa membantu memperpanjang usia pakai alat elektronik,” katanya.
Ia menjelaskan, sebagian besar perangkat elektronik memang telah dilengkapi sistem pengaman internal. Namun, apabila lonjakan tegangan terjadi berulang dalam waktu yang cukup sering, risiko kerusakan tetap ada.
“Peralatan sekarang memang sudah lebih baik, ada stabilizer atau sistem pengaman di dalamnya. Tetapi kalau sering mengalami lonjakan tegangan, umur peralatan tetap bisa berkurang. Karena itu konsumen juga perlu ikut menjaga peralatannya,” jelasnya. (rd)
Editor : Romdani.