Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pabrik Pakan Rp8,3 Miliar di Kukar Resmi Beroperasi, Siap Sokong Program Makan Bergizi Gratis!

Eko Pralistio • Senin, 6 Juli 2026 | 06:07 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat meninjau fasilitas mesin pasca-meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Proyek senilai Rp8,3 miliar dari APBD Kaltim ini diharapkan mampu menyuplai kebutuhan pakan hingga ke Samarinda dan Kutai Barat. (PEMPROV KALTIM)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pemprov Kalimantan Timur mulai memperkuat sektor peternakan dan perikanan dari hulu. Salah satu langkahnya adalah meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (3/7/2026).

Fasilitas yang dibangun menggunakan APBD Kaltim 2025 senilai Rp8,3 miliar itu diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan peternak terhadap pasokan pakan dari luar daerah, sekaligus menopang kebutuhan pangan di Benua Etam.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud mengatakan, pabrik pakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peternak di Kukar. Hasil produksinya juga bisa didistribusikan ke daerah lain seperti Samarinda, Kutai Barat, hingga wilayah sekitar.

"Kami sangat mengharapkan pakan dari pabrik yang diresmikan hari ini tidak hanya untuk Kutai Kartanegara saja, tetapi mudah-mudahan juga bisa terkoneksi dengan kabupaten/kota lainnya. Baik ke Kutai Barat, Samarinda, maupun wilayah terdekat di sekitar pabrik ini," ujarnya.

Meski memiliki kapasitas produksi hingga 200 ton per bulan, saat ini RPB baru mampu memproduksi sekitar 20 ton per bulan. Artinya, tingkat pemanfaatan fasilitas tersebut masih jauh dari kapasitas maksimal. Untuk meningkatkan produktivitas, Rudy meminta pengelola memaksimalkan penggunaan mesin dengan membagi jadwal produksi.

Mesin yang ada dapat digunakan secara bergantian untuk memproduksi pakan ternak unggas dan pakan ikan. "Misalnya, dua minggu pertama difokuskan untuk memproduksi pakan ternak ayam atau unggas, kemudian dua minggu berikutnya untuk pakan ikan apung," katanya.

Rudy juga membuka peluang penambahan fasilitas apabila tingkat pemanfaatan pabrik terus meningkat. Pemprov Kaltim akan mengevaluasi kebutuhan pengembangan apabila okupansi produksi sudah menembus lebih dari 70 persen.

Selain untuk memperkuat sektor peternakan dan perikanan, keberadaan pabrik pakan ini juga diproyeksikan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, kebutuhan daging ayam dan ikan dalam program tersebut dapat dipenuhi dari hasil produksi peternak dan nelayan lokal.

"Kami juga berharap pasokan untuk MBG ini bisa diserap langsung dari hasil para nelayan maupun peternak yang ada di sekitar Kutai Kartanegara," ucap Rudy. Nah, jika rantai pasok pakan semakin kuat, biaya produksi peternak dan pembudidaya ikan dapat ditekan. Dampaknya, daya saing produk lokal diharapkan meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih menjelaskan, fasilitas tersebut dibangun bukan hanya sebagai tempat produksi pakan, tetapi juga sebagai upaya menciptakan nilai tambah bagi sektor peternakan dan perikanan di daerah. 

"Selain memperkuat ketahanan pangan, RPB diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong tumbuhnya industri yang berbasis pada potensi lokal," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Rudy Mas'ud #Pabrik pakan ternak Kukar #Rumah Produksi Bersama Loleng #pakan ternak Kaltim #kukar