KALTIMPOST.ID, Rangkaian upacara pemakaman kenegaraan mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, digelar Iran selama beberapa hari.
Namun, selama rangkaian upacara digelar, Mojtaba Khamenei, tidak terlihat menghadiri pemakaman ayahnya.
Ketidakhadiran Pemimpin Tertinggi Iran itu memunculkan kembali spekulasi soal kondisinya, terutama setelah beredar rumor bahwa ia terluka dalam serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel yang menewaskan ayahnya pada Februari lalu.
Dalam upacara pemakaman Ali Khamenei tersebut, tiga putra almarhum lainnya, yakni Masoud, Mostafa, dan Meysam, hadir.
Sejumlah pejabat tinggi Iran juga mengikuti prosesi, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Garda Revolusi Ahmad Vahidi.
Mojtaba diketahui belum pernah muncul di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pada awal Maret 2026.
Pemakaman Digelar Sepekan di Iran dan Irak
Rangkaian pemakaman resmi Ali Khamenei dimulai pada Jumat (3/7).
Pemerintah Iran merancang sejumlah prosesi di berbagai kota di Iran dan Irak selama sepekan.
Otoritas Iran memperkirakan 12 juta hingga 20 juta orang akan menghadiri rangkaian acara tersebut.
Mereka menyebutnya sebagai “pemakaman abad ini”. Jenazah Ali Khamenei disemayamkan di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran.
Upacara pemakaman dipimpin oleh ulama Syiah terkemuka, Jafar Sobhani, cendekiawan berusia 97 tahun yang mengajar di seminari kota suci Qom.
Pemerintah Iran menetapkan Minggu sebagai hari libur nasional. Pada hari yang sama, jenazah Khamenei dijadwalkan dipindahkan dari Grand Mosalla sebelum diarak melalui ibu kota pada Senin.
Prosesi tersebut disiapkan secara ketat. Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Israel juga menargetkannya.
Saat ini, gencatan senjata rapuh antara pihak-pihak yang berkonflik masih berlaku.
Namun, perundingan menuju kesepakatan damai permanen belum menunjukkan kepastian.
Kedua belah pihak juga telah memperingatkan bahwa mereka siap melanjutkan aksi militer jika diperlukan.
Editor : Hernawati