KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyed Ali Khamenei, diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah modern. Berbagai laporan internasional menyebut jumlah pelayat yang memadati ibu kota Teheran diperkirakan mencapai sekitar 15 juta orang.
Lautan manusia memenuhi jalan-jalan utama Teheran sejak pagi. Ribuan hingga jutaan warga dari berbagai daerah di Iran datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang wafat tersebut.
Suasana duka juga diwarnai seruan dukungan dan semangat perlawanan yang terus menggema sepanjang prosesi.
Baca Juga: Prediksi Argentina vs Mesir: Lionel Scaloni Sebut Tak Ada Favorit Jelas di Piala Dunia 2026
Berikut sejumlah faktor yang membuat pemakaman Khamenei disebut berpotensi mencatat sejarah.
1. Kehadiran jutaan pelayat
Prosesi pemakaman diikuti warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, keluarga, hingga masyarakat umum. Massa memenuhi sejumlah ruas jalan di Teheran sambil mengumandangkan takbir dan membawa simbol-simbol penghormatan.
Sejumlah media internasional menilai besarnya jumlah pelayat menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap momen tersebut. Kerumunan yang memadati ibu kota disebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
2. Menjadi momen bersejarah bagi Iran
Setelah prosesi di Teheran selesai, jenazah Khamenei dijadwalkan diberangkatkan menuju Kota Qom untuk melanjutkan rangkaian pemakaman.
Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) wilayah Teheran Raya, Brigjen Hassan Hassanzadeh, mengatakan antusiasme masyarakat yang hadir dalam prosesi tersebut telah menciptakan peristiwa bersejarah bagi Iran.
Baca Juga: Iran Khawatir Ancaman Pembunuhan: Mojtaba Khamenei Batal Hadiri Pemakaman Ayahnya
Menurutnya, besarnya partisipasi warga mencerminkan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun memimpin Republik Islam Iran.
Jika estimasi jumlah pelayat tersebut benar, pemakaman Khamenei akan masuk dalam daftar prosesi pemakaman terbesar yang pernah berlangsung di dunia modern.
Pemerintah Iran juga menyiapkan armada transportasi dalam jumlah besar untuk mendukung kelancaran prosesi pemakaman. Kementerian Transportasi Iran mengerahkan sekitar 400 unit bus serta enam rangkaian kereta api guna mengangkut masyarakat yang datang dari berbagai wilayah menuju Teheran.
Rangkaian penghormatan terakhir tidak hanya berlangsung di Iran. Otoritas setempat mengumumkan prosesi serupa akan digelar di Kota Najaf, Irak, pada Rabu pagi waktu setempat. Sejumlah pejabat tinggi Iran dijadwalkan menghadiri agenda tersebut sebagai bagian dari penghormatan terakhir kepada Khamenei.
Teheran Dipadati Jutaan Pelayat
Besarnya antusiasme masyarakat membuat sejumlah titik di ibu kota tidak mampu lagi menampung massa. Televisi pemerintah Iran melaporkan kepadatan luar biasa di berbagai alun-alun utama sehingga panitia harus mengubah jalur iring-iringan jenazah demi menjaga kelancaran prosesi.
Laporan dari Teheran menyebutkan upacara pemakaman diperkirakan berlangsung hingga sekitar 12 jam. Iring-iringan kendaraan yang membawa peti jenazah melintasi sejumlah ruas jalan utama dengan ribuan warga terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Awalnya prosesi direncanakan melintasi Alun-Alun Imam Hussein. Namun karena kawasan tersebut telah dipenuhi lautan manusia, rute keberangkatan dialihkan ke Alun-Alun Enghelab agar arus pelayat tetap terkendali.
Baca Juga: AS dan Negara Barat Kompak Absen, 110 Negara Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran
Prosesi itu menjadi puncak dari rangkaian penghormatan publik yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, jutaan warga mengikuti doa dan malam berkabung di Kompleks Imam Khomeini Mosalla selama hampir 48 jam tanpa henti.
Jika estimasi jumlah pelayat mencapai sekitar 15 juta orang terbukti akurat, pemakaman Khamenei diperkirakan akan tercatat sebagai salah satu prosesi pemakaman dengan jumlah peserta terbesar dalam sejarah modern.
Editor : Uways Alqadrie