KALTIMPOST.ID - Pemerintah didesak segera menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah memperoleh pasokan minyak mentah dengan harga yang lebih rendah. Langkah itu dinilai penting agar penurunan harga minyak dunia dapat langsung dirasakan masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika ekonomi global.
Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan, pelemahan harga minyak mentah dunia pada akhirnya akan berpengaruh terhadap harga BBM di dalam negeri. Namun, penyesuaian belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pemerintah masih menyalurkan BBM yang berasal dari stok minyak dengan harga pembelian sebelumnya yang lebih tinggi.
"Nanti akan ada penyesuaian terhadap harga minyak mentah, dan terhadap produk turunannya seperti BBM pasti akan ada pengaruh. Hanya sekarang mungkin masih belum bisa dilakukan penurunannya karena kita masih menjual BBM yang dibeli dengan harga yang mahal," ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Harga Pertamax Belum Turun, Bahlil Minta Publik Bersikap Adil soal Evaluasi BBM
Menurut Eddy, setelah stok lama habis dan digantikan pasokan baru dengan harga yang lebih rendah, pemerintah harus segera menyesuaikan harga jual BBM kepada masyarakat. "Kami sudah sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian ESDM bahwa segera setelah pemerintah mendapatkan harga yang lebih murah dan sudah bisa menjual kepada masyarakat dengan harga yang lebih murah, tentu harus disesuaikan harga penjualan BBM-nya," tegas politikus PAN tersebut.
Selain penyesuaian harga, Eddy menilai tren penurunan harga minyak dunia harus dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya dengan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta meningkatkan bauran bioenergi agar ketergantungan terhadap impor minyak terus berkurang.
Ia menambahkan, peningkatan penggunaan biodiesel maupun campuran etanol dalam BBM perlu diikuti penguatan produksi bahan baku dan industri pengolahannya di dalam negeri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Desakan tersebut muncul setelah negara-negara anggota OPEC+ meningkatkan produksi minyak sehingga menekan harga minyak mentah dunia. Kondisi itu dinilai membuka ruang bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi harga BBM domestik sekaligus memperkuat strategi transisi energi nasional. (riz)
Editor : Muhammad Rizki