KALTIMPOST.ID - Keputusan AS batalkan gencatan senjata dengan Iran kembali memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Iran menilai langkah tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan setelah konflik kedua negara kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan mengenai AS batalkan gencatan senjata disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyebut nota kesepahaman atau MoU Islamabad yang sebelumnya menjadi dasar penghentian konflik dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Respons dari Iran muncul tidak lama setelah pernyataan tersebut. Teheran menegaskan bahwa keputusan tersebut berisiko memicu eskalasi baru di kawasan yang selama ini masih dibayangi konflik.
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menilai pembatalan nota kesepahaman dapat membawa dampak serius terhadap stabilitas Timur Tengah. Menurutnya, tindakan tersebut hanya akan memperbesar potensi konflik di kawasan.
"Tanggung jawab atas eskalasi terbaru serta pengakuan lisan pembatalan nota kesepahaman oleh politisi pencuri yang dipermalukan oleh skandal Epstein, sebuah nota kesepahaman yang dalam praktiknya telah berulang kali dilanggar, sekali lagi akan mendorong kawasan menuju kobaran api," ujar Velayati, dilansir dari inews, Kamis (9/7/2026).
Ia juga menegaskan bahwa Iran telah berkali-kali mengingatkan negara lain agar tidak menjadikan kawasan Timur Tengah sebagai arena kepentingan politik.
Velayati menambahkan, "Kami berulang kali membuktikan, tindakan petualangan seperti itu akan mendapat balasan langsung," ujarnya
Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bersama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada 17 Juni lalu telah berakhir. Kesepakatan tersebut dibuat untuk menghentikan konflik yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran pada 28 Februari.
Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Ankara, Turki, Trump menjawab pertanyaan wartawan mengenai status nota kesepahaman tersebut.
"Ini pertanyaan sangat menarik buat saya. Saya kira sudah berakhir," kata Donald Trump kepada wartawan di sela KTT NATO di Ankara, Turki, yang dilansir dari inews, Kamis (9/7/2026).
Ia kemudian menegaskan sikapnya terhadap Iran dengan mengatakan, "Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah," tambahnya.
Pernyataan saling berbalas antara Washington dan Teheran memperlihatkan hubungan kedua negara kembali berada dalam fase yang sensitif.
Setelah sempat memiliki kesepahaman untuk menghentikan konflik, pembatalan MoU Islamabad kini memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.***
Perkembangan terbaru konflik AS Iran juga menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan serta keamanan global apabila eskalasi terus berlanjut.***
Editor : Dwi Puspitarini