KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Setelah sempat saling serang sejak Selasa (7/7) hingga Kamis (9/7) waktu setempat, Washington dilaporkan memilih untuk menangguhkan sementara serangan militer mereka terhadap Teheran guna memberi ruang bagi upaya diplomasi di balik layar.
Sebelumnya, situasi sempat meruncing setelah kedua belah pihak saling tuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. Bahkan, Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan bahwa masa gencatan senjata tersebut telah berakhir.
Baca Juga: Saat Kuliner Jadi Magnet Utama Mal, Makanan Korea dan Jepang Kuasai Tren di Balikpapan
Melansir laporan CNN dari pejabat Washington yang dikutip Anadolu Agency dan TRT World, Jumat (10/7), penangguhan operasi militer ini sengaja dilakukan AS untuk meredakan situasi agar tidak terjadi eskalasi konflik yang lebih masif. Kendati demikian, AS menegaskan tetap memegang daftar target serangan strategis sebagai posisi tawar (bargaining chip) dalam bernegosiasi dengan Iran. "Otoritas Washington saat ini memprioritaskan jalur diplomasi. Namun, persiapan untuk potensi serangan terbaru tetap disiagakan jika memang diperlukan malam ini," ujar seorang pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya.
Jet Tempur di Kapal Induk Siaga Satu
Meski mengutamakan diplomasi, kekuatan militer AS di lapangan terpantau dalam kondisi siaga penuh. Di atas kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah beroperasi di Laut Arab, aktivitas militer meningkat drastis. Para awak penerbangan dilaporkan telah melengkapi jet-jet tempur dengan persenjataan lengkap, sementara para pilot terus menjalani latihan intensif untuk misi serangan mendadak.
Komandan kapal induk tersebut juga telah menginstruksikan ribuan pelaut di atas kapal untuk tetap waspada tingkat tinggi menyusul dinamika di kawasan Timur Tengah. Hingga saat ini, jet-jet tempur AS masih rutin melakukan operasi pertahanan, baik siang maupun malam hari.
Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah Gunakan Nominee untuk Sembunyikan Aset
Di sisi lain, Washington membantah klaim Iran yang menyebut adanya serangan tambahan dari AS pada malam hari dan menyatakan informasi tersebut tidak akurat. Walau begitu, pihak AS menggarisbawahi bahwa situasi di lapangan sangat dinamis, dan operasi militer dapat kembali dilanjutkan kapan saja jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.(*)
Editor : Thomas Priyandoko