KALTIMPOST.ID-Tujuh rolling door berwarna merah masih tertutup rapat saat Kaltim Post menyambangi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Graha Indah, Balikpapan, Sabtu (11/7) sekitar pukul 10.00 Wita.
Di tengah lalu lalang kendaraan di Jalan AMD Projakal, bangunan bercat putih dan abu-abu dengan logo “Kopdes Kel Merah Putih” di bagian depan tampak lengang.
Bangunan seluas sekitar 20 x 30 meter yang berdiri tepat di seberang Kantor Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara itu memang telah rampung sepenuhnya.
Namun saat pintu dibuka, sebagian besar ruangan masih kosong. Belum tampak rak-rak yang dipenuhi barang dagangan.
Hanya satu ruangan kecil di sisi kiri pintu menuju gudang yang mulai difungsikan sebagai tempat menjual beras, MinyakKita, dan kebutuhan pokok lainnya.
Meski demikian, koperasi tersebut sejatinya bukanlah lembaga yang baru berdiri. KKMP Graha Indah telah melewati tiga tahapan sejak dibentuk sebagai bagian dari program Koperasi Merah Putih (KMP).
Tahap pertama dimulai pada 21 Juli 2025 saat peluncuran kelembagaan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Saat itu, KKMP Graha Indah ditunjuk menjadi perwakilan 34 koperasi kelurahan di Balikpapan.
Selanjutnya, pada 3 Agustus 2025, koperasi menerima legalitas resmi berupa Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM, nomor induk berusaha (NIB), serta nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang diserahkan Wakil Wali Balikpapan Bagus Susetyo dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78.
Tahap ketiga berlangsung pada 16 Mei 2026, ketika operasional KKMP Graha Indah diresmikan bersamaan dengan 1.061 KMP lainnya di seluruh Indonesia melalui peluncuran nasional yang dipimpin Presiden secara daring dan dihadiri unsur FKPD Balikpapan.
Meski kini telah memiliki gedung permanen yang dibangun dengan dukungan Kodim 0905/Balikpapan, aktivitas usaha sebenarnya telah dimulai jauh sebelum koperasi memiliki kantor sendiri.
Selama beberapa bulan terakhir, operasional dilakukan secara sederhana dari gudang di rumah ketua KKMP Graha Indah.
Dari tempat itulah koperasi mulai menjual keperluan pokok kepada warga sembari membangun kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: AKBP Haris Kurniawan Jabat Kapolres Kubar, Disambut Proses Adat Tepung Tawar
Hasilnya mulai terlihat. Jumlah anggota yang semula hanya 16 orang saat masih berstatus pra-koperasi kini meningkat menjadi hampir 250 orang.
“Alhamdulillah, sejak berdiri kita pra-koperasi yang anggotanya hanya 16 orang, sekarang sudah hampir 250 orang,” ujar Ketua KKMP Graha Indah Nurul Ahdaniah kepada Kaltim Post.
Menurut Nurul, seluruh aktivitas usaha hingga kini masih bertumpu pada modal swadaya anggota. Setiap anggota menyetor simpanan pokok sebesar Rp 50 ribu dan simpanan wajib Rp 10 ribu setiap bulan. Dana tersebut diputar menjadi modal membeli stok beras, MinyakKita, hingga kebutuhan pokok lainnya.
“Belum ada bantuan pemerintah untuk pembelian sembako. Semua yang ada di sini masih swadaya dari anggota,” katanya.
Tak hanya menjual sembako, koperasi juga menjadi etalase berbagai produk UMKM binaan Kelurahan Graha Indah. Produk-produk tersebut dipasarkan melalui gerai koperasi, dibawa mengikuti berbagai bazar, hingga dititipkan di Galeri UMKM Kaltim, toko oleh-oleh, serta kawasan wisata Mangrove Center Graha Indah.
Namun, memasuki tahun pertama operasional, tantangan baru mulai muncul. Menurut Nurul, persoalan terbesar bukan lagi mencari anggota, melainkan memperoleh akses distribusi barang langsung dari produsen maupun distributor utama.
Selama ini koperasi masih membeli barang melalui jalur distribusi umum sehingga harga yang diperoleh belum cukup kompetitif.
Ia berharap pemerintah membuka akses bagi seluruh KMP di Balikpapan untuk menjadi penyalur program pangan seperti stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) maupun MinyakKita secara langsung.
Baca Juga: Timo Scheunemann Seleksi 46 Pemain Terbaik Hydroplus Soccer League All-Stars untuk Srikandi Cup 2026
“Kalau akses itu dibuka, kami bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif sehingga masyarakat juga bisa membeli sembako dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Selain akses distribusi, Nurul berharap pemerintah juga memperkuat kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan manajemen usaha dan pendampingan berkelanjutan.
Pasalnya, hingga kini operasional koperasi masih dijalankan secara bergantian oleh para pengurus dengan sistem piket sambil tetap menjalankan pekerjaan masing-masing.
Momentum Hari Koperasi Nasional yang diperingati 12 Juli pun dimanfaatkan KKMP Graha Indah untuk semakin memperkenalkan koperasi kepada masyarakat. Selain menggelar senam bersama dan bazar UMKM, koperasi juga membuka pendaftaran anggota baru.
“Harapan kami koperasi ini benar-benar menjadi milik masyarakat. Semakin banyak anggota, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan bersama melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahunnya,” ucapnya. (rd)
Editor : Romdani.