Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Sebanyak 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Balikpapan Beroperasi, Baru 11 Gerai Permanen yang Terbangun

Ainur Rofiah • Minggu, 12 Juli 2026 | 08:09 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KALTIMPOST.ID-Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Balikpapan telah rampung. Sebanyak 34 koperasi kini tersebar di seluruh kelurahan dan mulai menjalankan aktivitas usaha, meski sebagian besar masih beroperasi dengan fasilitas yang terbatas.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan Gina Andriyani mengatakan satu koperasi telah dibentuk di setiap kelurahan sebagai bagian dari implementasi program nasional Koperasi Merah Putih (KMP).

“Ada 34 koperasi. Sebarannya masing-masing satu koperasi satu kelurahan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (10/7).

Memasuki tahap operasional, sebagian besar koperasi memilih bergerak di sektor distribusi kebutuhan pokok. Menurut Gina, model usaha tersebut dipilih karena dinilai paling cepat dijalankan sekaligus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: Energy Football Academy Samarinda Diluncurkan, Fokus Cetak Talenta Sepak Bola Usia Dini untuk Kompetisi Nasional

Untuk mendukung kegiatan usaha, koperasi menjalin kemitraan dengan sejumlah lembaga dan pelaku usaha, mulai dari Perum Bulog, Perumda Manuntung Sukses, hingga toko-toko grosir.

“Kalau di Balikpapan, trennya sampai sekarang masih distribusi sembako usahanya. Jadi kita bermitra dengan Bulog, Perumda Manuntung Sukses, kemudian ada beberapa juga dengan toko-toko grosir,” jelasnya.

Gina menjelaskan, setiap koperasi dibangun berbasis wilayah administrasi kelurahan. Keanggotaannya hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP sesuai domisili kelurahan tersebut. Dengan demikian, warga Graha Indah menjadi anggota KKMP Graha Indah, sementara warga Karang Joang bergabung di koperasi wilayahnya sendiri.

Pengurus koperasi pun berasal dari masyarakat setempat. Namun, sesuai ketentuan, jabatan ketua pengawas secara otomatis diemban oleh lurah di masing-masing wilayah. “Semua pengurusnya warga setempat, kecuali ketua pengawas. Karena dalam aturannya, ketua pengawas koperasinya itu lurah,” katanya.

Meski seluruh koperasi telah terbentuk, kesiapan infrastruktur belum sepenuhnya merata.

Hingga kini, pembangunan gerai permanen baru dilakukan di 11 titik. Sementara 23 koperasi lainnya masih memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai kantor kelurahan, kantor lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), hingga rumah pengurus sebagai pusat administrasi maupun operasional usaha.

“Sebagian ada yang bisa menggunakan kantor kelurahannya, ada yang menggunakan kantor LPM, ada yang menggunakan rumah pengurus,” ungkap Gina.

Baca Juga: AKBP Haris Kurniawan Jabat Kapolres Kubar, Disambut Proses Adat Tepung Tawar 

Namun, keterbatasan gedung tidak menjadi alasan untuk menunda kegiatan usaha. DKUMKMP meminta seluruh koperasi tetap beroperasi sambil menunggu pembangunan gerai permanen secara bertahap.

“Kalau KMP itu sampai saat ini yang sedang dibangun di Balikpapan gerainya ada 11. Dari 34 itu baru 11. Artinya yang lain belum ada, tapi usahanya harus jalan,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan bersama gerakan koperasi juga mulai mempersiapkan peringatan Hari Koperasi Nasional tingkat kota yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus 2026 di Gedung Kesenian Balikpapan.

Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, rangkaian kegiatan akan diisi dengan acara seremonial, bazar produk koperasi dan UMKM, hingga jalan sehat yang melibatkan masyarakat.

“Rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional se-Balikpapan rencananya akan kita laksanakan pada 9 Agustus di Gedung Kesenian. Agendanya mulai acara seremonial, bazar, hingga jalan sehat yang saat ini sedang dalam proses persiapan,” bebernya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Koperasi Merah Putih #graha indah balikpapan #Kutai Barat