NUSANTARA-Kalimantan University Consortium (KUC) bersama Borneo Studies Network (BSN) menegaskan komitmennya mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) tematik yang dipusatkan di kawasan Otorita IKN.
Program tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga implementasi nyata gagasan kolaborasi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ibu kota baru.
Koordinator KUC Isradi Zainal mengatakan dukungan terhadap IKN telah disuarakan sejak awal oleh berbagai organisasi akademik dan profesi, seperti Forum Dekan Teknik Indonesia, Forum Rektor Indonesia, hingga Persatuan Insinyur Indonesia.
Kini, komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan langsung perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan lagi hanya menyatakan dukungan, tetapi bagaimana mewujudkannya melalui tindakan nyata,” ujar Isradi di kawasan IKN, Sabtu (11/7).
Menurutnya, pengalaman Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono sebagai praktisi menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan IKN.
Karena itu, KUC bersama BSN siap berkontribusi melalui berbagai program akademik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan kawasan tersebut.
“KUC bersama BSN menyatakan komitmen untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara,” tegas rektor Universitas Balikpapan itu.
Isradi menambahkan, pelaksanaan KKN kolaboratif juga menjadi momentum bagi masyarakat Kalimantan, khususnya Kaltim, untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerahnya sendiri.
Pada hari yang sama, pembukaan KKN mahasiswa di tingkat provinsi dilakukan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Samarinda, sementara peserta KKN KUC-BSN memulai kegiatan di lingkungan Otorita IKN.
Ke depan, KKN KUC-BSN dirancang berkembang menjadi program kolaborasi internasional.
Perguruan tinggi dari Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam direncanakan ikut terlibat dalam kegiatan akademik maupun penelitian yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan di Pulau Kalimantan.
“KKN hari ini bukan hanya tentang Kalimantan. Ke depan, ini menjadi global KKN yang melibatkan Sabah, Sarawak, dan Brunei karena berbagai persoalan di Pulau Kalimantan membutuhkan kolaborasi lintas negara,” jelas Isradi.
Ia menilai isu strategis seperti target net zero emission, pengelolaan lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh wilayah di Pulau Borneo.
Kepada seluruh peserta KKN, Isradi juga berpesan agar menjaga integritas selama menjalankan pengabdian.
Menurutnya, sikap jujur, disiplin, dan dapat dipercaya menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat maupun Otorita IKN.
“Kalau belum merasa paling pintar, tunjukkan bahwa kalian adalah orang-orang yang baik, jujur, disiplin, dan dapat dipercaya. Itu yang menjadi harapan kami kepada seluruh peserta KKN,” pungkasnya.
Program KKN Tematik KUC-BSN diharapkan menjadi fondasi penguatan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan IKN secara berkelanjutan. (rd)
Editor : Romdani.