Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pagu Bantuan Rp 1 Juta per Siswa, Mengapa Seragam Gratis SMA-SMK se-Kaltim Baru Cair Agustus-September?

Eko Pralistio • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:48 WIB
DISTRIBUSI BERTAHAP: Paket seragam sekolah gratis dari Pemprov Kaltim dipastikan belum bisa dikenakan dalam waktu dekat. Disdikbud Kaltim memperkirakan pada Agustus mendatang bantuan perlengkapan sekolah berupa baju putih abu-abu, tas, dan sepatu ini baru mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima. (Kaltim Post)
DISTRIBUSI BERTAHAP: Paket seragam sekolah gratis dari Pemprov Kaltim dipastikan belum bisa dikenakan dalam waktu dekat. Disdikbud Kaltim memperkirakan pada Agustus mendatang bantuan perlengkapan sekolah berupa baju putih abu-abu, tas, dan sepatu ini baru mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima. (Kaltim Post)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tahun ajaran baru 2026/2027 telah dimulai. Ribuan siswa baru di SMA, SMK, SLB hingga Madrasah Aliyah (MA) di Kalimantan Timur, sejatinya sudah mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). 

Namun, bantuan seragam gratis dari pemerintah daerah dipastikan belum bisa dikenakan dalam waktu dekat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memperkirakan distribusi baru dimulai pada Agustus, bahkan bisa berlanjut hingga September apabila seluruh proses pendataan selesai sesuai jadwal.

Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan mengatakan, saat ini pemerintah masih menyelesaikan pendataan penerima. Pendataan tersebut tidak hanya menghitung jumlah siswa, tetapi juga mencakup ukuran baju, ukuran sepatu, jenis kelamin, hingga kebutuhan jilbab bagi siswi.

Baca Juga: Seragam Gratis Belum Bisa Dibagikan, Siswa Baru di Kutim Diminta Bersabar

"Anak-anak baru masuk sekolah dan baru daftar ulang. Sekarang masih dilakukan pendataan ukuran baju, sepatu, laki-laki atau perempuan, sampai memakai jilbab atau tidak. Kalau lancar, distribusi kemungkinan dimulai Agustus sampai September," kata Rahmat, Selasa (14/7/2026).

Rahmat mengeklaim keterlambatan distribusi itu bukan karena proses pengadaan yang tersendat, melainkan konsekuensi dari mekanisme yang dipilih Pemprov Kaltim. Berbeda dengan pemerintah kabupaten dan kota yang lebih dahulu melakukan tender kemudian mencetak seragam, Pemprov Kaltim memilih memastikan seluruh data penerima benar-benar final sebelum pengadaan dilakukan.

Cara tersebut dinilai lebih aman agar jumlah maupun ukuran seragam yang diproduksi benar-benar sesuai kebutuhan. "Kalau langsung dicetak, misalnya sudah dibuat 5.000 ukuran L, ternyata yang terpakai hanya 2.500, tentu akan menimbulkan kerugian. Karena itu kami memilih memastikan datanya dulu," ujarnya.

Baca Juga: Seragam Gratis Lewat Koperasi Sekolah, Disdikbud Kukar Pastikan Pengawasan Diperketat  

Saat ini pendataan sekolah negeri disebut hampir rampung. Sementara sekolah swasta masih berlangsung karena sebagian masih menerima peserta didik baru. Disdikbud juga menerapkan batas waktu atau cut off pendataan di setiap sekolah.

Setelah tanggal yang ditetapkan, sekolah tidak lagi dapat mengajukan tambahan penerima. Selain itu, seluruh data siswa wajib sesuai dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). "Jangan sampai sekolah mengusulkan 150 siswa, tetapi ketika dicek di sistem kementerian ternyata hanya 130. Itu yang kami jaga supaya datanya valid," katanya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemprov Kaltim menargetkan 65.004 siswa menerima bantuan seragam gratis dengan total anggaran sekitar Rp 65 miliar. Program tersebut menyasar peserta didik baru jenjang SMA, SMK, SLB, dan MA, baik negeri maupun swasta. Setiap siswa akan menerima satu paket berupa seragam putih abu-abu, tas, sepatu, serta jilbab bagi siswi yang mengenakannya.

Pagu bantuan sekitar Rp 1 juta per siswa juga telah memperhitungkan biaya distribusi hingga ke wilayah-wilayah dengan akses yang sulit, seperti Maratua dan Sandaran. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Disdikbud Kaltim pemprov kaltim seragam gratis