KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Di tengah keluhan orang tua dan sekolah karena murid baru belum menerima seragam gratis saat tahun ajaran dimulai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur akhirnya buka suara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan permohonan maaf atas belum tersalurkannya program seragam sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, MA, dan SLB.
Keterlambatan itu diakui menimbulkan keresahan karena seragam menjadi kebutuhan dasar siswa saat memasuki lingkungan sekolah.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan pendistribusian seragam sekolah tahun ini. Kami memahami seragam merupakan kebutuhan penting bagi siswa untuk memulai tahun ajaran baru," ujar Armin, Kamis (16/7).
Meski begitu, Armin menegaskan bahwa pemerintah tidak menganggap proses tersebut sebagai keterlambatan dari sisi administrasi. Seluruh tahapan pengadaan, mulai dari kontrak, produksi hingga distribusi, masih berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati dengan penyedia.
"Secara administratif maupun operasional tidak ada keterlambatan. Seluruh proses masih berjalan sesuai klausul kontrak kerja," katanya. Armin menjelaskan, persoalan terbesar berada pada proses pendataan siswa baru yang masih terus bergerak.
Hingga kini, masih banyak siswa yang berpindah sekolah, mencabut berkas, maupun baru mendaftar ke sekolah swasta setelah tidak lolos seleksi di sekolah negeri.
Perubahan data tersebut, kata dia, membuat jumlah penerima bantuan dan ukuran seragam di setiap sekolah belum benar-benar final.
Jika produksi dilakukan sebelum data terkunci, pemerintah khawatir terjadi kelebihan maupun kekurangan ukuran yang berujung pada pemborosan anggaran.
Selain itu, Disdikbud Kaltim juga menemukan ketidaksesuaian antara ukuran pakaian yang diinput dalam sistem dengan data yang diajukan sekolah.
Kondisi itu membuat tim produksi harus melakukan verifikasi ulang secara manual agar seragam yang diterima siswa sesuai ukuran.
Untuk mengejar distribusi, Disdikbud Kaltim menerapkan sistem penguncian data secara bertahap.
Sekolah yang datanya telah final akan langsung masuk proses produksi tanpa harus menunggu seluruh sekolah menyelesaikan pendataan.
Distribusi pun tidak dilakukan sekaligus. Seragam yang telah selesai diproduksi dan lolos pemeriksaan kualitas akan langsung dikirim secara bertahap mulai pekan ketiga Agustus berdasarkan wilayah maupun sekolah.
Sambil menunggu bantuan tiba, Armin mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah agar memberikan dispensasi kepada siswa untuk tetap mengikuti pembelajaran menggunakan pakaian bebas yang sopan atau seragam lama.
Armin menegaskan, lambatnya penguncian data juga merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah yang ingin memastikan seluruh siswa tetap terakomodasi, termasuk anak dari keluarga rentan, siswa yang berpindah sekolah, maupun peserta didik yang baru diterima setelah proses seleksi.
"Kalau data dikunci terlalu cepat, siswa-siswa susulan ini berpotensi tidak mendapatkan bantuan seragam gratis," ujarnya.
Disdikbud Kaltim menargetkan distribusi seragam gratis rampung sepenuhnya pada akhir Oktober 2026. Pemerintah berjanji akan terus memperbarui perkembangan penyaluran kepada sekolah-sekolah selama proses distribusi berlangsung. (riz)
Editor : Muhammad Rizki