KALTIMPOST.ID-Minat investor asing terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif.
Setelah dimulainya pembangunan proyek apartemen oleh PT Star Bright International Investment, Otorita IKN memastikan investor asing lainnya juga segera merealisasikan investasinya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, penanaman modal asing (PMA) berikutnya berasal dari Korea Selatan (Korsel) melalui PT Dian Jaya Indonesia.
Perusahaan tersebut menyiapkan investasi lebih dari Rp 2,5 triliun untuk mengembangkan kawasan terpadu seluas sekitar delapan hektare di KIPP IKN.
“PT Dian Jaya memiliki lahan sekitar delapan hektare. Desain kawasannya juga bagus karena akan dibangun kawasan perkantoran, hotel, dan apartemen,” ujar Basuki setelah menghadiri groundbreaking proyek PT Star Bright International Investment, Rabu (15/7).
Menurutnya, proyek tersebut akan menghadirkan kawasan multifungsi yang mengintegrasikan gedung perkantoran, hotel, dan hunian vertikal untuk mendukung kebutuhan aktivitas pemerintahan maupun bisnis di ibu kota baru.
Ia menilai meningkatnya minat investor asing maupun domestik menjadi sinyal positif terhadap prospek pembangunan IKN.
Kepercayaan investor dinilai terus tumbuh seiring percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan berbagai fasilitas pendukung di kawasan ibu kota negara.
Selain investor asal Korea Selatan, Basuki mengungkapkan investor dari Malaysia, Citadel Group, juga telah merealisasikan investasi sekitar Rp 1 triliun di IKN.
Kehadiran sejumlah investor asing tersebut semakin memperkuat pengembangan kawasan sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan IKN mulai memasuki fase investasi yang lebih aktif.
“Citadel investasinya sekitar Rp 1 triliun. Jadi pelan-pelan investor mulai masuk. Penanaman modal dalam negeri juga terus berjalan. Plataran sudah mulai membangun di kawasan depan RSUP Kementerian Kesehatan,” katanya.
Tidak hanya investasi asing, proyek-proyek yang dikembangkan pelaku usaha nasional juga terus bergerak. Salah satunya pembangunan yang dilakukan Plataran Indonesia di kawasan depan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan yang kini telah memasuki tahap konstruksi.
Basuki optimistis bertambahnya investasi dari dalam maupun luar negeri akan mempercepat pembangunan berbagai fasilitas pendukung di IKN.
Menurutnya, tren tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap masa depan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru sekaligus kawasan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelumnya, PT Star Bright International Investment resmi menjadi investor penanaman modal asing (PMA) pertama yang merealisasikan pembangunan fisik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Realisasi investasi tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung di KIPP IKN, Rabu (15/7).
Proyek itu menjadi tonggak penting karena menandai dimulainya pembangunan kawasan hunian oleh investor asing di ibu kota baru Indonesia.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan proyek tersebut memiliki nilai investasi awal sebesar Rp 1,27 triliun.
Komitmen investasi itu telah direalisasikan sejak 9 Maret 2026, sedangkan pembangunan fisik resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking.
Dalam pengembangannya, PT Star Bright International Investment akan membangun kompleks apartemen yang terdiri atas empat menara dengan total sekitar 680 hunian.
Apartemen tersebut menyediakan pilihan tipe satu, dua, hingga tiga kamar tidur dengan kisaran harga mulai Rp 600 juta hingga Rp 1,2 miliar per unit. (rd)
Editor : Romdani.