KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembangunan proyek yang didanai investor asing akhirnya mulai terealisasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, PT Star Bright International Investment, resmi memulai konstruksi kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.
Proyek yang berlokasi di Sub WP 1B KIPP itu menjadi pembangunan fisik pertama yang direalisasikan investor asing di IKN. Penyelesaiannya ditargetkan pada akhir 2026.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan lokasi proyek berada di kawasan yang sangat strategis karena berdekatan dengan Istana Negara serta kompleks legislatif dan yudikatif yang masih dalam proses pembangunan.
Baca Juga: Pria 31 Tahun Perkosa Nenek 90 Tahun di Grobogan: Korban Trauma Pelaku Berhasil Ditangkap
Menurut Basuki, seluruh kawasan pemerintahan di IKN ditargetkan selesai pada 2028 sehingga investasi yang mulai berjalan saat ini akan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ibu kota baru.
Di atas lahan seluas 15.501 meter persegi, perusahaan akan membangun kawasan multifungsi yang terdiri atas apartemen, restoran, area komersial, ritel, hingga perkantoran.
Hunian yang disediakan memiliki pilihan satu hingga tiga kamar tidur dan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti kolam renang, pusat kebugaran, ruang terbuka hijau, serta area usaha.
Seluruh pengembangan kawasan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan visi pembangunan IKN sebagai kota modern dan ramah lingkungan.
Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, mengaku optimistis terhadap prospek Nusantara sebagai kota baru Indonesia. Pengalamannya menyaksikan pembangunan kota dari tahap awal membuatnya yakin IKN memiliki masa depan yang menjanjikan.
Ia juga mengungkapkan ketertarikan investor asal Tiongkok untuk memperluas investasi pada sektor perhotelan dan pariwisata di kawasan IKN.
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, PT Star Bright menggandeng Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., perusahaan konstruksi asal Sichuan yang telah berpengalaman menangani berbagai proyek internasional.
Tak hanya melibatkan mitra dari luar negeri, pembangunan juga menggandeng kontraktor asal Kalimantan Timur sebagai bentuk pemberdayaan pelaku usaha lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada kesempatan yang sama, PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan PMA asal Korea Selatan, turut menyatakan kesiapan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan yang sama.
Selain itu, sejumlah delegasi bisnis dan calon investor dari China juga hadir untuk menjajaki peluang investasi di Nusantara. Kehadiran mereka dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap prospek pembangunan IKN.
Baca Juga: MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba, Ini Penjelasan Lengkapnya
Otorita IKN berharap masuknya investasi asing yang telah memasuki tahap konstruksi dapat mempercepat pembangunan kota baru sekaligus menarik lebih banyak investor global pada berbagai sektor strategis.
Editor : Uways Alqadrie