Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kronologi Lengkap Direktur Keuangan Ditemukan Tewas di Balkon Hotel St Regis Jaksel

Dwi Puspitarini • Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:29 WIB
Ilustrasi police line terpasang di area akses menuju kamar 1104 Hotel St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, lokasi penemuan jasad seorang direktur keuangan yang diduga mengakhiri hidup di balkon, Rabu (15/7).
Ilustrasi police line terpasang di area akses menuju kamar 1104 Hotel St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, lokasi penemuan jasad seorang direktur keuangan yang diduga mengakhiri hidup di balkon, Rabu (15/7).

 

KALTIMPOST.ID - Sebuah peristiwa tragis menggemparkan salah satu hotel mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Seorang pria yang berprofesi sebagai direktur keuangan sebuah perusahaan swasta ditemukan meninggal dunia di balkon kamar 1104 Hotel St. Regis pada Rabu (15/7/2026) malam. Kematian korban terungkap setelah sang istri menerima pesan yang mencurigakan.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, membeberkan kronologi penemuan korban. Sebelum kejadian, korban diketahui menginap di hotel tersebut dengan ditemani oleh sopir pribadinya. Namun, sang sopir tidak berada di dalam kamar yang sama saat peristiwa terjadi.

"Dugaannya sedang ada masalah sama istri. Kemudian sementara istirahat di situ ditemani sama saksi, yaitu sopirnya. Sopirnya kan tentunya tidak menemani di kamar, ada di parkir, gitu," papar Joko kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Istri korban yang merasa janggal dengan pesan terakhir dari suaminya langsung bergegas menyusul ke hotel. Sayangnya, setibanya di lokasi, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area balkon kamar.

Baca Juga: Gempa Besar M7,3 Guncang Meksiko, BMKG: Tidak Ada Ancaman Tsunami di Indonesia

Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan tindakan mengakhiri hidup sendiri tanpa adanya keterlibatan pihak lain.

"Tidak ada (unsur kriminal), niat mengakhiri hidup sendiri," kata Joko menegaskan.

Kesimpulan ini diperkuat oleh keterangan dari para saksi yang diperiksa, termasuk sopir pribadi korban dan pihak manajemen hotel. Pihak kepolisian juga mendapati bahwa sebelum insiden terjadi, sebenarnya ada upaya komunikasi yang baik antara korban dan istrinya untuk menyelesaikan masalah pribadi mereka.

"Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," urai Joko lebih lanjut mengenai motif di balik peristiwa tersebut. Sebelum tiada, korban sempat mengirimkan pesan permohonan maaf kepada istri dan anaknya.

Di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan satu pucuk senjata api jenis Baretta Tomcat kaliber 32 Auto. Menanggapi temuan tersebut, AKP Joko Adi Wibowo memastikan bahwa senjata api tersebut statusnya legal dan memiliki izin resmi.

Baca Juga: Rekor Baru! Harga Tiket Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina Lampaui Super Bowl,  Ada yang Tembus Rp1 Miliar

"Lengkap, ada suratnya kok," tutur Joko.

Saat ini, senjata api jenis Baretta tersebut telah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan sebagai barang bukti guna keperluan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara komprehensif. ***

Editor : Dwi Puspitarini
Kronologi direktur keuangan tewas Hotel St Regis Jakarta Selatan Direktur Keuangan Wendy Harianto Tewas polres metro jakarta selatan