KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gedung Pandurata di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda tinggal selangkah lagi beroperasi. Sebelum benar-benar resmi melayani masyarakat, DPRD Kaltim mengingatkan agar seluruh fasilitas penunjang benar-benar siap sehingga kehadiran gedung baru itu tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga optimal dalam pelayanan.
Hal itu disampaikan Komisi III DPRD Kaltim saat meninjau langsung progres pembangunan Gedung Pandurata, Senin, 20 Juli 2026. Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan penyelesaian pembangunan berjalan sesuai rencana, sekaligus memperoleh kepastian mengenai jadwal operasional gedung.
Baca Juga: Resmi Mundur, Nanik Sudaryati Deyang Tinggalkan Jabatan Kepala BGN karena Kondisi Kesehatan
Menurutnya, fasilitas kesehatan ini mampu berdampak besar untuk pelayanan publik se-Kaltim. Karena itu, proses penyelesaian hingga operasional harus terus dikawal agar tidak mengalami keterlambatan.
"Keberadaan Gedung Pandurata akan menjadi penopang penting bagi peningkatan pelayanan kesehatan di kaltim. Sehingga kebutuhan pendukung harus dipastikan siap sebelum gedung dibuka," ujarnya saat memberi keterangan pers di lapangan.
Tak hanya menyoroti kesiapan bangunan utama, Komisi III juga mengecek infrastruktur pendukung, seperti area parkir hingga akses jalan menuju rumah sakit. Politikus Golkar itu menilai, fasilitas tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kualitas layanan kesehatan.
Baca Juga: Audiensi ke Senayan Tertunda, DPRD Kaltim Tetap Minta Kepastian Kurang Salur TKD 2023–2025
Diungkapkannya, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan rumah sakit. Lahan seluas sekitar 5.336 meter persegi disiapkan sebagai ruang ekspansi untuk pengembangan layanan di masa mendatang.
"Jalan lingkungan juga menjadi perhatian, karena bagaimana pasien bisa sampai ke rumah sakit dengan selamat. Itu bagian dari pelayanan yang harus diperhatikan," tegasnya.
Gedung Pandurata dibangun dengan anggaran sekitar Rp380 miliar. Bangunan delapan lantai seluas 27.517 meter persegi itu berada di atas lahan seluas 3.968 meter persegi, serta dilengkapi kawasan lanskap dan area parkir seluas 6.032 meter persegi.
Saat beroperasi penuh, gedung baru ini diproyeksikan menambah sekitar 500 tempat tidur pasien. Penambahan kapasitas tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat RSUD AWS selama ini menjadi rumah sakit rujukan utama bagi pasien dari kabupaten/kota di Kaltim serta Kalimantan Utara. (riz)
Editor : Muhammad Rizki