KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (22/7). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Oreng dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan pusat gempa berada di daratan, sekitar 36 kilometer timur laut Gayo Lues, dengan kedalaman 9 kilometer. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa dipicu pergerakan sesar dengan mekanisme geser.
Baca Juga: Reshuffle Kejagung! Prabowo Angkat Wakil Jaksa Agung hingga Jampidsus Baru, Simak Nama Lengkapnya
Guncangan paling kuat dirasakan di Kabupaten Gayo Lues dengan intensitas mencapai V MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh masyarakat, benda-benda bergoyang, bahkan sebagian barang pecah akibat guncangan.
Getaran juga dirasakan di sejumlah daerah lain seperti Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dengan intensitas IV MMI. Sementara itu, wilayah Medan, Sibolga, Pidie, dan sekitarnya merasakan guncangan dengan intensitas III hingga II MMI.
BMKG juga mencatat adanya satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan magnitudo 3,8 sebelum gempa utama. Hingga pukul 11.30 WIB, tercatat dua gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai 4,3.
Baca Juga: Fokus Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak hingga dipastikan aman oleh pihak berwenang.
Editor : Uways Alqadrie