KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sualeman, mengatakan seluruh sampel tabung CNG saat ini masih menjalani tahapan akhir sebelum dikirim ke Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk menjalani serangkaian uji keselamatan.
Setelah dinyatakan memenuhi standar, pemerintah akan mulai memperkenalkan tabung CNG kepada masyarakat melalui program uji coba di sejumlah kota besar. Jawa Barat menjadi daerah yang diprioritaskan pada tahap awal.
Menurut Laode, pemerintah belum menentukan jumlah tabung yang akan disalurkan selama masa uji coba. Fokus utama saat ini adalah memastikan aspek keamanan penggunaan serta menyusun mekanisme distribusi yang paling tepat.
Baca Juga: Selebgram Mondy Tatto Ditetapkan Tersangka Kasus Tewasnya Anak Punk di Cikarang
Skema penyaluran juga masih dibahas, termasuk kemungkinan pembagian secara gratis maupun melalui mekanisme tertentu. Keputusan baru akan diambil setelah hasil pengujian teknis selesai.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan gas bumi sebagai energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang selama ini masih cukup besar.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan teknologi tabung CNG 3 kg masih menjalani pengujian di China. Pemerintah belum akan memproduksinya secara massal sebelum seluruh proses evaluasi dinyatakan selesai.
Jika hasil pengujian memenuhi standar, pemerintah akan menggandeng PT Pindad (Persero) untuk memproduksi tabung CNG di dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat industri nasional sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur energi berbasis gas.
Baca Juga: Pep Guardiola Selangkah Lagi Latih Timnas Italia, Kontrak Empat Tahun Disiapkan
Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menerapkan teknologi baru tersebut. Seluruh tahapan akan diselesaikan terlebih dahulu agar keamanan dan keandalan tabung benar-benar terjamin sebelum digunakan masyarakat luas.
Editor : Uways Alqadrie