KALTIMPOST.ID,NUSANTARA–Kabar duka menyelimuti Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Juru Bicaranya, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia di huniannya yang berlokasi di Rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara, Sabtu (25/7). Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (27/7).
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengungkapkan, Troy meninggal dunia karena sebab alami. Almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan berpulang.
"Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita. Pada pukul 14.25 Wita, tim dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami," ujar Thomas, Minggu (26/7).
Upacara Penyerahan Kedinasan
Anak kandung almarhum, Romeo Matthew Pantouw menjelaskan, jenazah ayahnya disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Sebelum dilangsungkan prosesi pemakaman, pihak OIKN akan menyerahkan jenazah almarhum secara kedinasan kepada pihak keluarga.
Upacara penyerahan tersebut rencananya dipimpin langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono pada Senin (27/7) pukul 10.00 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.
"Setelah upacara penyerahan jenazah selesai, almarhum akan langsung diberangkatkan menuju TPU Tanah Kusir untuk dimakamkan," terang Romeo saat ditemui di rumah duka.
Sampaikan Komunikasi Terakhir
Meninggalnya Troy terbilang sangat mengejutkan bagi pihak keluarga. Romeo menceritakan, beberapa jam sebelum ditemukan meninggal, almarhum sempat berkomunikasi lewat panggilan suara (conference call) bersama keluarga pada Sabtu dini hari pukul 00.00 WIB untuk berdoa bersama.
"Bagi kami keluarga ini sangat mengagetkan. Saat telepon, suara beliau masih terdengar sehat. Beliau memang sempat bercerita kalau beberapa hari terakhir agak flu dan kurang enak badan, tapi tidak ada penyakit serius," ungkap Romeo.
Keluarga mendapat kabar bahwa almarhum sudah tidak bernapas saat sedang tertidur di kamar huniannya di Nusantara. (*)
Editor : Thomas Priyandoko