KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sekolah Rakyat permanen Kalimantan Timur yang berlokasi di kawasan Stadion Utama Kaltim, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda, mulai bersiap menyambut peserta didik tahun ajaran 2026/2027.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai besok, sementara sebagian siswa dari luar daerah dilaporkan sudah mulai masuk ke asrama sejak Kamis, 30 Juli 2026.
“Besok sudah mulai kegiatan MPLS. Hari ini beberapa siswa dari luar kota sudah masuk. Untuk siswa yang dari Samarinda akan diantar orang tuanya dan langsung menuju aula utama,” ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kaltim Achmad Rasyidi, Kamis (30/7).
Sekolah Rakyat permanen ini menampung tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang diisi 90 siswa baru. Secara keseluruhan, jumlah siswa yang akan menghuni kawasan tersebut mencapai 522 orang, termasuk siswa lama yang sebelumnya belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 057, 058, 02 yang lokasinya tersebar di Samarinda.
Achmad menjelaskan, mayoritas siswa berasal dari Samarinda. Namun terdapat pula peserta didik dari sejumlah kabupaten dan kota lain di Kaltim. Hal itu karena sebelumnya program Sekolah Rakyat sementara mengakomodasi siswa dari berbagai daerah.
“Kalau dilihat dari sebarannya, mayoritas masih Samarinda. Tetapi ada juga dari Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, dan daerah lainnya. Karena sebelumnya siswa berasal dari sekolah rakyat sementara yang cakupannya delapan kabupaten dan kota,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan kawasan Sekolah Rakyat permanen masih terus dikebut. Berdasarkan laporan terakhir, progres fisik telah mencapai sekitar 90 persen. Kontrak pekerjaan ditargetkan rampung pada 9 Agustus mendatang.
“Kalau melihat progres sekarang sudah sekitar 90 persen. Karena kontraknya sampai 9 Agustus, saat ini masih terus dikejar, termasuk untuk kebutuhan MPLS dan fasilitas yang akan digunakan siswa,” jelasnya.
Menurut Achmad, setelah pekerjaan selesai, seluruh aktivitas yang selama ini masih berlangsung di lokasi sementara akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat permanen di Palaran. “Harusnya setelah itu sudah siap digunakan seluruhnya. Kegiatan yang masih berada di lokasi lama juga akan bergeser ke sini,” ucapnya.
Berdiri di atas lahan sekitar 7 hektare dengan luas bangunan mencapai 27.498,18 meter persegi, kawasan Sekolah Rakyat Palaran dirancang sebagai pusat pendidikan berasrama.
Fasilitas yang tersedia meliputi gedung sekolah jenjang SD hingga SMA, asrama putra dan putri untuk masing-masing jenjang, dapur umum, kantin, rumah ibadah, asrama guru, guest house, aula besar, hingga sarana olahraga.
“Lapangan sepak bola masih dalam proses penanaman rumput. Selain itu ada lapangan basket dan voli yang juga menjadi fasilitas penunjang bagi siswa,” terangnya. Selain di kawasan Palaran, sekolah rakyat permanen juga mulai dikembangkan di sejumlah daerah lain.
Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), lanjut dia, terdapat tiga lokasi yang diproyeksikan mulai dibangun tahun ini. Masing-masing berada di Bukit Biru, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luas lahan sekitar 8,7 hektare, kemudian di Kota Bontang kawasan Sekambing, serta di wilayah Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Ketiganya sudah disiapkan. Saat ini masih dalam tahap perencanaan awal. Rencananya pembangunan dimulai sekitar Oktober dan diawali peletakan batu pertama,” beber Achmad.
Sementara itu, beberapa daerah lain masih dalam tahap pengusulan dan penyesuaian lahan. Pemerintah mensyaratkan lokasi yang diajukan harus berstatus clear and clean serta memenuhi ketentuan teknis pembangunan. “Seperti di Kutai Kartanegara, awalnya mengusulkan lahan di Jonggon, tetapi kemudian dipindahkan ke Muara Badak karena lokasi sebelumnya belum memenuhi syarat,” katanya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki