KALTIMPOST.ID-Baru beberapa menit memasuki kawasan Perumahan BDS 1 Balikpapan, Sabtu (1/8) sore, spanduk bertuliskan “Dijual” langsung menyita perhatian.
Bahkan sebelum menyusuri seluruh jalan di dalam kompleks, papan bertuliskan “Hasil Lelang” sudah lebih dulu menyambut di salah satu rumah yang berada di tepi jalan.
Semakin jauh melangkah, semakin banyak rumah yang menawarkan nasib serupa. Ada rumah yang masih dihuni pemiliknya dengan papan penjualan terpasang di halaman.
Ada pula bangunan yang tampak kosong tanpa aktivitas, pagar mulai berkarat, rumput meninggi, dan cat tembok memudar dimakan cuaca.
Dalam penelusuran Kaltim Post, di kawasan yang terdiri atas enam blok tersebut, sedikitnya lima rumah ditemukan sedang dipasarkan. Jarak antarrumah yang dijual pun relatif berdekatan.
Fenomena itu memunculkan pertanyaan. Apakah banyaknya rumah yang dijual menjadi sinyal tekanan ekonomi masyarakat, atau justru dipengaruhi faktor lain?
Ketua RT 31 Perumahan BDS 1, Dwi Warsono, mengatakan tidak semua rumah yang dipasarkan berkaitan dengan persoalan ekonomi. Berdasarkan pengamatannya, sebagian warga memilih menjual rumah karena pindah tugas ke daerah lain.
“Kalau yang saya tahu, ada beberapa yang pindah tugas. Memang ada juga rumah yang dijual, tetapi penyebabnya bermacam-macam,” ujarnya kepada Kaltim Post.
Selain perpindahan pekerjaan, persoalan banjir juga menjadi salah satu alasan yang kerap dikeluhkan warga. Menurut Dwi, kawasan tersebut beberapa kali terdampak genangan sehingga sebagian penghuni memilih mencari tempat tinggal lain.
“Kalau di sini memang salah satu faktornya banjir. Air dari kawasan atas mengalir ke sini, jadi kalau hujan deras sering terjadi genangan,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki data pasti mengenai jumlah rumah yang dijual di wilayahnya. Sebab, tidak semua pemilik rumah melapor kepada pengurus RT ketika hendak menjual rumah ataupun meninggalkan rumah dalam waktu lama.
“Kalau jumlah pastinya saya tidak mendata. Kadang warga pergi begitu saja tanpa memberi informasi. Ada juga yang rumahnya dijual karena alasan pribadi, mungkin pindah, mungkin ada kebutuhan lain, kami tidak selalu mengetahui,” jelasnya.
Terkait rumah yang berstatus hasil lelang, Dwi menduga kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan pembiayaan atau agunan di lembaga keuangan. Namun ia tidak mengetahui secara pasti penyebab setiap kasus.
“Kalau yang lelang itu kemungkinan karena rumahnya diagunkan atau ada persoalan kredit. Tapi itu saya tidak bisa memastikan,” ujarnya. (rd)
Editor : Romdani.