Tak Ada Alarm, Hanya Teriakan, Kesaksian Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terpaksa Melompat ke Laut

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:08 WIB
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit.(BBC)
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit.(BBC)

 

KALTIM POST.ID,SUMENEP–Musibah pelayaran terjadi di perairan Sumenep, Jawa Timur. Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 terbakar hebat pada Minggu (2/8) pagi. Ratusan penumpang panik dan terpaksa melompat ke laut demi menyelamatkan diri sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal-kapal yang melintas.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, pihak berwenang terus memvalidasi jumlah penumpang lantaran terdapat perbedaan antara data manifes dan temuan lapangan. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam penyelidikan aparat terkait.

Baca Juga: Pencocokan Data Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Terkendala, 5 Tewas dan 229 Selamat

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan bahwa data korban selamat dan penumpang hilang masih bersifat dinamis.

"Data awal mencatat ada 236 orang di dalam kapal, dengan 234 penumpang di antaranya berhasil dievakuasi. Namun, angka ini bisa berubah sewaktu-waktu," tegas Nanang.

Baca Juga: Usut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Madura, Ditpolairud Polda Jatim Uji Lapangan dan Terjunkan Tim Intelijen

Untuk memperluas jangkauan pencarian korban yang memisahkan diri atau melompat dari kapal, armada KM SAR Permadi telah dikerahkan sejak Senin (3/8) pagi, dibantu operasi pemantauan laut dan udara oleh TNI AL serta Polri.

GANTI RUGI: Arif Hidayat dan Denik Rohana. Keduanya berharap ganti rugi untuk korban.(BBC)
GANTI RUGI: Arif Hidayat dan Denik Rohana. Keduanya berharap ganti rugi untuk korban.(BBC)

 

Detik-Detik Kebakaran: Asap Hitam Pekat dan Alarm Tak Berbunyi

Sejumlah penyintas membeberkan kepanikan saat si jago merah melalap dek kendaraan. Salah satu penumpang asal Pasuruan, Denik Rohana, menceritakan api mulai terlihat sekitar pukul 06.00 WIB dan diduga berasal dari sebuah truk bermuatan beras di dek tiga.

Baca Juga: Kaya Bumbu dan Bernutrisi, Begini Cara Mengolah Sop Mutiara Khas Banjar yang Menggugah Selera

"Asap cepat sekali membesar. Suami saya cek ke bawah, ternyata sudah kebakaran," ungkap Denik.

Suami Denik, Arif Hidayat, menyayangkan tidak adanya peringatan dini dari sirine kapal. Penumpang hanya mengetahui bencana tersebut lewat teriakan awak kapal yang meminta semua orang berkumpul di haluan.

Baca Juga: KMP Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya Makassar Terbakar: Nakhoda Hilang Kontak, 250 Orang Dievakuasi

"Tidak ada alarm. Kami hanya disuruh lari ke dek depan, lalu diminta melompat ke laut sekitar jam dua siang. Yang penting selamat dulu," tutur Arif yang terpaksa merelakan barang bawaan dan tujuh ekor kuda dagangannya tenggelam.

Kisah mencekam juga dialami Arya, seorang sopir ekspedisi. Ia harus terombang-ambing di tengah laut selama lima jam setelah terpisah dari rekan-rekannya saat berusaha mengambil pelampung.

Baca Juga: Ada Babi Berjenggot, Satwa Nomaden Penghuni Hutan Kalimantan yang Kini Terancam Punah

"Pasrah saja di laut berjam-jam sampai akhirnya diangkut kapal tanker milik Pertamina. Alhamdulillah selamat, cuma pegal-pegal," kata Arya usai menjalani pemeriksaan medis.

GELISAH: Devi gelisah karena belum mendapatkan kabar tentang suaminya yang turut menumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar.(BBC)
GELISAH: Devi gelisah karena belum mendapatkan kabar tentang suaminya yang turut menumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar.(BBC)

Keluarga Korban Masih Menanti Kepastian

Di darat, ketidakpastian data membawa duka mendalam bagi keluarga penumpang yang belum ditemukan. Salah satunya Devi, istri dari sopir tronton bernama Denny Kristiawan yang berlayar menuju Makassar, Sulsel.

Devi mengaku kehilangan kontak sejak Minggu pagi dan justru mengetahui musibah tersebut melalui siaran langsung di media sosial TikTok, bukan dari pihak pengelola kapal maupun petugas.

Baca Juga: Menangkal Api di PPU dan Kalbar, Pentingnya Insentif PLTB dan Kolaborasi Lanskap Berkelanjutan

"Saya hubungi kembali sudah tidak bisa. Sampai sekarang belum ada kepastian dari perusahaan maupun petugas, kami hanya diminta menunggu," ujar Devi penuh harap.

Saat ini, proses evakuasi lanjutan, posko penanganan korban, dan penelusuran penyebab utama kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih terus berjalan di bawah penanganan tim gabungan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
KMP mutiara sentosa 2 penumpang sumenep