Beda Keterangan, BGN Sebut Disetop, Distribusi MBG di SDN 012 Bontang Selatan Tetap Lanjut

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:27 WIB
MASIH BERI PELAYANAN: Petugas membagikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para siswa di SDN 012 Bontang Selatan, Kamis (6/8/2026). (ADIEL KUNDHARA / KALTIM POST)
MASIH BERI PELAYANAN: SD 012 Bontang Selatan masih menerima menu MBG pada Kamis (6/8/2026) kendati terdapat kejadian diduga siswa sakit perut pasca memakan MBG kemarin. (ADIEL KUNDHARA / KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID- Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 012 Bontang Selatan ternyata tetap berjalan, Kamis (6/8/2026). Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menyatakan penyaluran makanan ke sekolah tersebut bakal dihentikan sementara menyusul keluhan mual, muntah, dan diare yang dialami sejumlah guru dan murid.

Pantauan di lapangan, makanan MBG tetap tiba di sekolah dan dibagikan kepada para siswa. Kondisi tersebut berbeda dengan keterangan sebelumnya yang menyebut distribusi akan dihentikan sementara selama proses evaluasi dan investigasi berlangsung.

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, sebelumnya mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi. Kebijakan itu diambil setelah muncul laporan 12 guru dan murid mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga: SPPG Buka Suara Soal Belasan Siswa dan Guru SDN 012 Bontang Selatan Diduga Keracunan

Namun, Kepala SPPG Bontang Utara 2, Muhammad Rezky, mengaku belum menerima pemberitahuan maupun instruksi untuk menghentikan distribusi MBG ke SDN 012 Bontang Selatan. “Masih belum dapat info,” ujarnya singkat usai mengikuti rapat bersama pihak sekolah, Kamis (6/8).

Di sisi lain, penyebab keluhan yang dialami guru dan murid hingga kini belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah diambil.

Kepala Dinkes Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, investigasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai adanya guru dan murid yang mengalami mual, muntah, serta diare. Sejumlah sampel kemudian dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bontang untuk diperiksa.

Baca Juga: Lauk Berbau Menyengat! Puluhan Siswa dan Guru di Bontang Didera Mual Hingga Diare Usai Santap MBG

“Pemeriksaan laboratorium di Labkesda Bontang terhadap sampel yang telah diambil. Hasilnya diperkirakan keluar beberapa hari ke depan,” kata Toetoek. Menurut dia, hasil laboratorium menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab pasti keluhan tersebut.

Karena itu, Dinkes belum menyimpulkan apakah gangguan kesehatan yang dialami 12 guru dan murid berkaitan dengan makanan dari program MBG atau disebabkan faktor lainnya.

Totoek menegaskan, kesimpulan baru akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan investigasi selesai. Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Ada Lagi Warga Keracunan MBG di Sebulu, Sekkab Kukar Pastikan Satgas Siaga 24 Jam

“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan bukti ilmiah,” ucapnya.

Dinkes juga memastikan seluruh guru dan murid yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan kesehatan. Koordinasi dilakukan bersama BGN, pihak sekolah, serta instansi terkait untuk menelusuri kejadian tersebut.

Masyarakat pun diminta tidak terburu-buru mengaitkan keluhan yang dialami guru dan murid dengan MBG sebelum hasil pemeriksaan keluar. “Hasil investigasi akan kami sampaikan secara terbuka setelah seluruh proses selesai,” pungkas Toetoek. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
bontang keracunan mbg bontang Makan Bergizi Gratis (MBG) Mbg