Bukan Sekadar Seremoni MoU, Kadin Kaltim Siap Datangkan Beras, Bawang, dan Sapi dari Jawa Tengah

Eko Pralistio • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:33 WIB
Kadin Kaltim mulai menangkap peluang kerja sama ekonomi yang dibangun antara Pemprov Kaltim dan Provinsi Jawa Tengah di sektor pertanjan dan peternakan. (DOK/KP)
Kadin Kaltim mulai menangkap peluang kerja sama ekonomi yang dibangun antara Pemprov Kaltim dan Provinsi Jawa Tengah di sektor pertanjan dan peternakan. (DOK/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kadin Kaltim mulai menangkap peluang kerja sama ekonomi yang dibangun antara Pemprov Kaltim dan Provinsi Jawa Tengah. Fokus awal kerja sama antardaerah itu berada pada sektor pertanian dan peternakan.

Direktur Eksekutif Kadin Kaltim Wibowo Mappatunru mengatakan, komoditas yang disepakati dalam penjajakan perdagangan antardaerah meliputi beras dan bawang untuk sektor pertanian, serta sapi dan kambing untuk sektor peternakan.

“Berdasarkan peluang perdagangan antardaerah antara Jawa Tengah dan Kalimantan Timur yang kami sepakati hari ini, fokusnya berada di sektor pertanian dan peternakan,” kata Wibowo, Kamis (6/8) 

Baca Juga: Kerja Sama Strategis Kaltim–Jateng: Pasok 10 Ribu Ton Beras Dibarter 1,5 Juta Ton Batu Bara dan CPO

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki keunggulan pada sektor pertanian dan peternakan yang dapat menjadi sumber pasokan bagi Benua Etam.  Selama ini hubungan perdagangan kedua daerah sudah berjalan, salah satunya melalui pengiriman batu bara dari Kaltim untuk kebutuhan di Jawa Tengah.

Namun, dalam kerja sama yang baru diteken, komoditas yang menjadi fokus masih terbatas pada kebutuhan pangan dan peternakan. “Yang disepakati saat ini beras, bawang, kemudian komoditas peternakan berupa sapi dan kambing,” ujarnya.

Wibowo menjelaskan, komoditas tersebut nantinya akan didatangkan dari Jawa Tengah ke Kaltim. Meski demikian, peluang kerja sama tidak tertutup hanya pada empat komoditas tersebut.

Baca Juga: Kerja Sama Strategis Kaltim–Jateng: Pasok 10 Ribu Ton Beras Dibarter 1,5 Juta Ton Batu Bara dan CPO

Ia menilai Kaltim juga memiliki berbagai potensi yang bisa ditawarkan kepada Jawa Tengah pada tahap berikutnya. “Karena saat ini kami sebagai tuan rumah menerima penawaran dari Jawa Tengah, maka yang disepakati lebih dulu komoditas tersebut. Ke depan tentu bisa berkembang lagi,” katanya.

Untuk mekanisme bisnisnya, Kadin Kaltim tidak akan terlibat langsung dalam transaksi perdagangan. Organisasi tersebut hanya berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua daerah.

“Skemanya business to business. Kami hanya menjadi jembatan. Kalau ada yang membutuhkan komoditas tersebut, kami bantu mempertemukan dengan pelaku usaha yang ada di Jawa Tengah,” ucapnya.

Saat ini belum ada pelaku usaha maupun UMKM yang secara spesifik terlibat dalam kerja sama tersebut. Namun Kadin Kaltim akan menyebarluaskan informasi peluang perdagangan itu kepada para anggotanya.

Wibowo berharap kerja sama yang telah ditandatangani tidak berhenti pada seremoni atau penandatanganan nota kesepahaman semata.  Menurutnya, langkah berikutnya adalah menyusun rencana aksi agar peluang bisnis tersebut benar-benar menghasilkan transaksi dan aktivitas ekonomi.

“Harapannya kerja sama ini menjadi penggerak peningkatan ekonomi bagi kedua daerah. Yang penting bukan hanya penandatanganannya, tetapi tindak lanjutnya. Harus ada plan of action yang jelas agar kerja sama yang dituangkan dalam MoU benar-benar terlaksana,” tutupnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Pasokan pangan Kaltim Wibowo Mappatunru Kerja Sama Kaltim Jateng KADIN Kaltim