Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei Secara Rahasia, Lokasi Gelap dan Tanpa Jabat Tangan

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:07 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, akhirnya terlaksana setelah sebelumnya menjadi perhatian publik.

Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup dengan prosedur keamanan yang tidak biasa. Lokasinya dirahasiakan dan pertemuan disebut berlangsung singkat.

Momen itu terjadi ketika Pezeshkian memasuki tahun ketiga masa kepresidenannya. Pertemuan sekaligus menjadi sorotan di tengah spekulasi mengenai hubungan antara Presiden Iran dan jajaran kantor pemimpin tertinggi.

Baca Juga: Bursa Calon Kapolri 2026 Menghangat: Daftar 10 Komjen yang Berpeluang Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Mengutip media semi-pemerintah Iran, Tasnim, Sabtu (9/8/2026), Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei membahas sejumlah persoalan penting yang berkaitan dengan kondisi masyarakat serta arah masa depan Iran.

Pembicaraan tidak hanya menyentuh persoalan sosial dan kebutuhan hidup rakyat. Ketahanan nasional dan kondisi ekonomi juga menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut.

Keduanya bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan yang sedang dihadapi Iran, termasuk situasi dalam apa yang disebut sebagai “perang ketiga yang dipaksakan” serta prospek negara ke depan.

Bahas Ekonomi hingga Kondisi Militer

Dalam pertemuan tertutup itu, sejumlah isu strategis turut dibicarakan.

Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei membahas perkembangan di sektor militer serta langkah untuk menjaga keamanan sumber daya yang dimiliki Iran.

Persoalan pengelolaan pengeluaran negara juga masuk dalam pembahasan. Hal itu mencakup pengeluaran menggunakan mata uang rial, valuta asing, hingga energi.

Selain persoalan dalam negeri, keduanya turut membicarakan hubungan ekonomi Iran dengan negara-negara asing. Pertemuan tersebut menjadi penting karena sebelumnya muncul kabar mengenai ketegangan antara Pezeshkian dan kantor pemimpin tertinggi Iran.

Pezeshkian Disebut 28 Kali Ancam Mundur

Sebelum pertemuan terlaksana, hubungan antara Presiden Iran dan kantor pemimpin tertinggi sempat menjadi sorotan. Pezeshkian bahkan disebut telah 28 kali mengancam akan mengundurkan diri apabila tidak mendapat kesempatan bertemu dengan Mojtaba Khamenei.

Setelah melalui penantian panjang, pertemuan yang selama ini dinantikan akhirnya benar-benar terlaksana.

Namun, pertemuan tersebut tidak berlangsung dengan prosedur yang lazim. Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei bertemu secara sembunyi-sembunyi dengan pengamanan ekstra ketat.

Dipindahkan ke Mobil Berkaca Gelap

Pertemuan dilakukan di sebuah lokasi yang identitasnya tidak diungkapkan.

Menurut informasi yang beredar, Pezeshkian awalnya menggunakan kendaraan sendiri. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi pertemuan, ia kemudian dipindahkan dari kendaraan tersebut ke kursi belakang sebuah mobil komersial.

Baca Juga: Mutasi Polri Juli 2026: 26 Brigjen Pol Bergeser, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

Mobil yang digunakan memiliki kaca gelap. Di dalam kendaraan tersebut, Mojtaba Khamenei disebut sudah menunggu.

Pengamanan terhadap pertemuan itu dilakukan secara ketat. Bahkan, terdapat sejumlah prosedur yang tidak biasa selama kedua tokoh tersebut berada di lokasi.

Salah satu sumber menyebut kondisi tempat pertemuan cukup gelap. Situasi itu membuat Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei disebut tidak dapat saling melihat secara langsung.

Para pengawal Mojtaba Khamenei juga dilaporkan tidak mengizinkan keduanya berjabat tangan.

Alhasil, komunikasi antara Presiden Iran dan pemimpin tertinggi tersebut berlangsung hanya melalui suara.

Pezeshkian Dikabarkan Merasa Dipermalukan

Prosedur keamanan yang diterapkan dalam pertemuan tersebut kabarnya membuat Pezeshkian marah.

Presiden Iran disebut menilai perlakuan itu sebagai sesuatu yang mempermalukan dirinya.

Meski demikian, pertemuan rahasia tersebut akhirnya tetap terlaksana. Keduanya membicarakan sejumlah persoalan strategis yang menyangkut kebutuhan masyarakat, ekonomi, keamanan nasional, militer, energi, hingga hubungan ekonomi dengan negara lain.

Pertemuan itu juga menjadi jawaban atas spekulasi yang sebelumnya berkembang mengenai adanya keretakan hubungan di tingkat tertinggi pemerintahan Iran.

Pezeshkian Bantah Rencana Mundur

Di tengah kabar mengenai ketegangan tersebut, isu mengenai masa depan Pezeshkian sebagai Presiden Iran turut mencuat.

Baca Juga: 15 Ucapan Hari Veteran Nasional 2026 yang Inspiratif dan Penuh Apresiasi, Penghormatan para Pejuang

Sebelumnya, muncul pemberitaan yang mengaitkan Pezeshkian dengan ancaman pengunduran diri karena kesulitan mendapatkan kesempatan bertemu Mojtaba Khamenei.

Namun, dalam pemberitaan berbeda, Pezeshkian membantah rumor bahwa dirinya tengah merencanakan pengunduran diri.

Pertemuan dengan Mojtaba Khamenei akhirnya berlangsung meski dilakukan dengan cara yang jauh berbeda dari pertemuan resmi pada umumnya. Pertemuan tersebut berlangsung secara rahasia, di lokasi yang tidak diungkap, dengan pengamanan berlapis dan waktu yang relatif singkat.

Editor : Uways Alqadrie
Perang Iran Amerika Motjaba Khamenei donald trump #as Masoud Pezeshkian amerika serikat (AS)