Gelar Kehormatan Dicopot Kerajaan, Ini Sosok Raabi'atul Adawiyyah Menantu Sultan Brunei

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 11:28 WIB
reuters
Raabi'atul Adawiyyah, menantu Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan istri Pangeran Abdul Malik, yang gelar kehormatannya dicopot oleh Kerajaan Brunei. (foto: Reuters)

KALTIMPOST.ID - Kerajaan Brunei mencopot gelar kehormatan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, menantu Sultan Hassanal Bolkiah sekaligus istri Pangeran Abdul Malik.

Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh kerajaan dengan alasan Raabi'atul melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan.

Namun, pihak kerajaan tidak menjelaskan secara rinci tindakan yang dimaksud. Raabi'atul sebelumnya dikenal sebagai perempuan berprestasi, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan merupakan bagian dari keluarga kerajaan Brunei setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada 2015.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Naik ke US$84,46 per Barel, Selat Hormuz Belum Dibuka Bikin Pasar Waswas

Raabi'atul Adawiyyah dikenal berprestasi

Raabi'atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992 dan merupakan anak kedua dari Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor'aismah. Ia memiliki sembilan saudara. Salah satu saudaranya, Awangku Abd Aziz Hafizuddin, diketahui bekerja di Royal Brunei Airlines.

Sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan, Raabi'atul memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi. Ia mengantongi sejumlah sertifikat keahlian, termasuk Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, serta sertifikasi dari Adobe.

Raabi'atul juga pernah mengikuti ICT Youth Development Programme. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bekerja di BAG Networks sebagai System Data Analyst. Pada 2013, ia kemudian bekerja sebagai IT Instructor di HAD Technologies.

Selain memiliki latar belakang di bidang teknologi, Raabi'atul juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia pernah mengikuti berbagai kompetisi membaca Alquran sejak masih remaja.

Pada 2005, ketika berusia 13 tahun, Raabi'atul mewakili sekolahnya dalam lomba membaca Alquran. Tiga tahun kemudian, ia mengikuti Skim Tilawah Alquran Remaja serta kompetisi nasional Dikir Dabai'ie antarsekolah menengah di Brunei.

Kemampuannya dalam bidang keagamaan juga membuat Raabi'atul dipercaya menjadi Ketua Prefek di Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah Religious School, Berakas.

Baca Juga: Haaland Mendadak Jadi Pacar Cemburuan, Tegur Michele Morrone Saat Dekat dengan Isabel

Menikah dengan Pangeran Abdul Malik dan gelarnya kemudian dicopot

Raabi'atul menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra keenam Sultan Hassanal Bolkiah, pada April 2015. Puncak rangkaian pernikahan mereka digelar di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, pada 12 April 2015.

Pernikahan tersebut berlangsung secara mewah dengan sejumlah rangkaian acara kerajaan. Dalam salah satu prosesi, Raabi'atul tampil mengenakan busana berwarna kuning, sepatu Christian Louboutin, serta tiara yang dihiasi berlian dan enam batu permata.

Dari pernikahan tersebut, Raabi'atul dan Pangeran Abdul Malik disebut telah memiliki empat anak.

Namun, lebih dari satu dekade setelah pernikahan mereka, status Raabi'atul sebagai bagian dari keluarga kerajaan menjadi sorotan. Kerajaan Brunei secara resmi mencabut gelar kehormatannya.

Dalam pernyataan kerajaan, tindakan Raabi'atul disebut tidak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan karena dinilai mencoreng reputasi serta menunjukkan kurangnya rasa hormat yang serius terhadap Yang Mulia.

Meski demikian, kerajaan tidak mengungkap tindakan spesifik yang menjadi alasan pencabutan gelar tersebut. Karena itu, penyebab sebenarnya di balik keputusan tersebut belum dijelaskan secara terbuka.

Di tengah keputusan itu, muncul pula isu yang mengaitkannya dengan dugaan perceraian Raabi'atul dan Pangeran Abdul Malik. Namun, informasi mengenai perceraian tersebut masih berupa rumor dan tidak dapat dianggap sebagai alasan resmi pencabutan gelar sebelum ada keterangan dari pihak kerajaan.

Raabi'atul sebelumnya dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan memiliki latar belakang profesional di bidang teknologi informasi. Perubahan statusnya di lingkungan kerajaan pun menjadi perhatian karena keputusan pencabutan gelar tersebut disampaikan secara resmi, sementara alasan terperincinya masih belum diketahui publik.***

Editor : Dwi Puspitarini
Sumber : detik.com
Raabi'atul Adawiyyah menantu Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah gelar Kerajaan Brunei gelar dicopot