KALTIMPOST.ID-PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat layanan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Balikpapan menyusul antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah titik.
Penguatan dilakukan melalui penambahan pengiriman dan stok, perluasan titik penyaluran pertalite, hingga perpanjangan jam operasional biosolar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, langkah tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan untuk mengoptimalkan pelayanan.
“Kami memahami bahwa antrean BBM turut berdampak pada kenyamanan masyarakat dan kelancaran aktivitas usaha di sekitar SPBU,” kata Edi.
Baca Juga: Tanam 1.708 Pohon di IKN, Rektor Universitas Mulia Sebut Investasi Ekologis untuk Masa Depan
Menurut dia, pengaturan jam operasional menjadi salah satu langkah yang dibahas agar pelayanan tetap optimal sekaligus mengurangi dampak antrean terhadap lingkungan sekitar SPBU.
Untuk pertalite, Pertamina telah meningkatkan pengiriman ke Balikpapan sejak 10 Juni 2026 seiring meningkatnya konsumsi.
Langkah tersebut dibarengi build up stock atau penguatan stok di lembaga penyalur untuk menjaga ketersediaan BBM selama jam pelayanan.
Pertamina juga menyiapkan lima tambahan titik penyaluran pertalite yang diprioritaskan bagi kendaraan roda dua.
Lokasinya berada di SPBU Teritip dan Batakan di Balikpapan Timur, SPBU Grand City dan Jalan MT Haryono depan Majesty di Balikpapan Utara, serta SPBU Kebun Sayur di Balikpapan Barat.
Penambahan titik tersebut diharapkan membagi konsentrasi kendaraan sehingga antrean tidak hanya menumpuk pada SPBU tertentu.
Baca Juga: Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Meninggal setelah Tiga Hari Pencarian di Perairan Balikpapan
Kapasitas pelayanan juga akan diperkuat melalui penambahan nozel pertalite di SPBU Karang Anyar dan Gunung Guntur.
Sementara untuk biosolar, jam operasional SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15 diperpanjang menjadi 24 jam.
Kebijakan itu memberikan pilihan waktu lebih luas bagi konsumen sekaligus diharapkan mengurangi kepadatan kendaraan pada jam tertentu.
Selain menambah kapasitas pelayanan, Pertamina melakukan evaluasi berkala, memastikan kesiapan mobil tangki cadangan, serta mengoptimalkan petugas pengatur antrean atau marshal.
Pengawasan bersama aparat penegak hukum juga diperkuat untuk memastikan penyaluran biosolar subsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Koordinasi turut dilakukan bersama Pemkot Balikpapan dan pengelola SPBU.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah tertib mengikuti antrean dan arahan petugas di SPBU. Dukungan seluruh pihak sangat penting agar pelayanan BBM kepada masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkas Edi. (aji/adv/rd)
Editor : Romdani.