Karhutla Marak di Paser dan Berau, Pemprov Kaltim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca ke BNPB

Eko Pralistio • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan. (FOTO/EKO PRALISTIO)
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan. (FOTO/EKO PRALISTIO)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Pemprov Kaltim mulai menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim sedang menyusun usulan untuk diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, usulan tersebut disiapkan seiring masih munculnya kejadian kebakaran di sejumlah kabupaten dan kota. 

Pada 21 Agustus 2026 saja, pihaknya menerima laporan sekitar 20 kejadian dalam sehari. Jumlah itu masih dapat bertambah karena laporan dari sejumlah daerah belum seluruhnya diterima.

”Kami saat ini sedang menyusun draf untuk diusulkan kepada BNPB untuk melakukan operasi-operasi. Walaupun beberapa daerah sudah mengusulkan,” ujar Buyung, Jumat (21/8). Sebelum itu, Buyung mengaku mendengar rencana operasi modifikasi cuaca juga disiapkan oleh operator Ibu Kota Nusantara.

Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Kaltim, lanjut dia, operasi tersebut akan dilakukan dengan pembiayaan sendiri dan direncanakan berlangsung pada 22-27 Agustus.

Baca Juga: Karhutla di Kutim Capai 29 Titik, Tiga Kecamatan Jadi Perhatian  

Buyung berharap operasi di kawasan IKN dapat memberikan dampak terhadap wilayah di sekitarnya yang juga menghadapi karhutla. Upaya modifikasi cuaca dilakukan ketika Kabupaten Paser menjadi salah satu daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak. 

Buyung menyebut, berdasarkan pemantauan dua hari sebelumnya, terdapat sekitar 70 kejadian di daerah tersebut. ”Pada saat ini kejadian paling banyak di Paser. Saya lupa ya, mungkin sekitar 70 lebih,” katanya.

Selain itu, BPBD memantau kondisi asap di sejumlah wilayah, termasuk Samarinda dan Berau. Pemantauan dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hasil sementara, konsentrasi asap di sejumlah wilayah disebut masih relatif tipis. Kondisi jarak pandang juga dinilai masih aman. ”Terutama di daerah perbatasan-perbatasan, di Paser, kemudian juga di Samarinda, sama di Berau. Tapi masih tipis,” ujarnya.

Untuk kondisi penerbangan, BPBD belum mengambil kesimpulan sendiri. Informasi mengenai jarak pandang dan dampaknya terhadap operasional penerbangan akan mengacu pada pihak bandara.

Baca Juga: Empat Bakal Calon Rektor ITK Adu Gagasan, Dari Smart Campus hingga Kampus Berkelas Dunia

Di sisi lain, pemerintah tetap melakukan pencegahan di tingkat lapangan. BPBD bersama pihak perkebunan dan perhutanan memantau titik panas, terutama titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Pemprov Kaltim juga telah menyampaikan surat edaran kepada bupati dan wali kota agar larangan pembakaran lahan disosialisasikan secara berjenjang hingga kecamatan, kelurahan, desa, dan RT.

Pada kesempatan itu, Buyung meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Jika kebakaran sudah terjadi, api harus segera diawasi agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

”Kalaupun sudah terjadi, tolong diawasi dengan baik sehingga tidak melebar. Karena efeknya sudah mengganggu, asapnya sudah mengganggu,” katanya. Sebab, menurut Buyung, pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada upaya pemadaman. Pencegahan pembakaran dan pemantauan titik panas tetap diperlukan untuk menekan munculnya kebakaran baru.

”Memang potensinya ada. Oleh karena itu, kalau ini dibiarkan terus, kebakaran yang secara umum dilakukan akibat kelalaian, mudah-mudahan kita bisa kurangi,” kuncinya. Sebagai informasi, operasi modifikasi cuaca mulai dipertimbangkan untuk membantu penanganan kondisi cuaca dan kebakaran hutan dan lahan di Kaltin.

 Namun, pelaksanaannya masih perlu mempertimbangkan biaya serta peluang keberhasilan operasi. OMC dilakukan dengan memanfaatkan awan untuk mendorong terjadinya hujan atau menggeser pembentukan awan ke wilayah tertentu. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
karhutla Kaltim Operasi Modifikasi Cuaca Kebakaran Lahan Paser IKN BPBD Kaltim