KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ada kabar menarik dari dunia kopi Kalimantan Timur. Tiga barista daerah berhasil menembus 24 besar Cangkir Barista Championship 2026 tingkat nasional setelah bersaing dengan ratusan peserta. Mereka adalah Nanda Danuarta dan Joese Andrew Josly Kansil asal Samarinda, serta Muhammad Al Ghifari dari Kutai Kartanegara.
Capaian tersebut bukan sekadar soal kompetisi meracik kopi. Bagi Kaltim, keberhasilan itu menjadi gambaran tumbuhnya talenta kreatif yang bergerak di dalam ekosistem kopi. Diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan, pencapaian tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri kopi daerah untuk berkembang.
“Capaian tersebut mencerminkan berkembangnya ekosistem kopi dan talenta kreatif Kaltim, sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas, jejaring, dan daya saing pelaku industri kopi daerah pada level nasional,” sebut Jajang.
Baca Juga: Karhutla Marak di Paser dan Berau, Pemprov Kaltim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca ke BNPB
Cangkir Barista Championship menjadi salah satu program yang mendapat ruang dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun ini. Selain kompetisi, KKI 2026 juga menghadirkan Area Cangkir Nusantara untuk memperkuat ruang interaksi ekosistem kopi.
Tak hanya soal kopi, penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah pembaruan. KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan, mulai program berdampak melalui Cangkir Barista dan Citra Nusa (inovasi wastra nusantara), perluasan kolaborasi, hingga penguatan ekosistem rantai nilai.
Ada pula ruang khusus bagi generasi muda untuk melahirkan inovasi produk lokal. Artinya, kreativitas generasi baru ditempatkan sebagai salah satu bagian dari pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Hari Pertama KKI, UMKM Kaltim Raup Transaksi Rp80 Juta hingga Buka Jalan Ekspor Jepang
Sisi lain yang mendapat perhatian adalah keberlanjutan. KKI menerapkan prinsip melalui KKI Bijak yang mencakup zero emission dan zero waste to landfill, sekaligus mengembangkan zona hijau.
Di sisi lain, rangkaian kegiatan KKI juga tidak berhenti pada transaksi jual-beli. "Business matching pembiayaan, ekspor dan value chain menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pengembangan bisnis," sambung Jajang.
Bagi tiga barista Kaltim yang berhasil masuk 24 besar, kompetisi nasional tersebut menjadi pengalaman penting untuk memperluas kapasitas dan jejaring. Mereka tidak hanya membawa nama daerah dalam kompetisi, tetapi juga menunjukkan bahwa talenta di balik industri kopi Kaltim punya ruang untuk bersaing di tingkat nasional. (riz)
Editor : Muhammad Rizki