Karhutla Samarinda Tembus 77 Kejadian, BPBD Menduga Ada Unsur Kesengajaan

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:03 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Samarinda belakangan ini diduga terdapat unsur kesengajaan. (RAMA/KP) 

 

 
Kebakaran hutan dan lahan di Samarinda belakangan ini diduga terdapat unsur kesengajaan. (RAMA/KP)     

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda terus bertambah. Hingga 21 Agustus 2026, tercatat 77 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 104,34 hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menduga sebagian kebakaran dipicu unsur kesengajaan.

Baca Juga: El Nino Mengintai hingga Akhir Tahun, Samarinda Siapkan Empat Level Status Mitigasi

Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, dugaan tersebut muncul berdasarkan temuan petugas di lapangan. Sejumlah lokasi yang telah dipadamkan kembali terbakar keesokan harinya.

"Tim kami menangani kebakaran sampai jam 11 malam. Sudah bisa dipadamkan, besok paginya kejadian lagi di daerah tersebut. Bahkan dalam sehari bisa terjadi sampai empat titik," ujar Suwarso.

Baca Juga: Karhutla Lalap 5 Hektare Belukar di Sangatta Utara, Padam Setelah 5 Jam  

Menurut Suwarso, meski terdapat kebakaran yang dipicu faktor alam, jumlahnya relatif kecil. Ia menilai unsur kesengajaan lebih dominan dalam sejumlah kejadian yang ditangani petugas.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman semakin berat. Terlebih, lahan yang mengering membuat api cepat meluas ketika tertiup angin. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, meski awalnya hanya dalam skala kecil.

"Ketika api sudah memakan rumput yang kering dan dibawa embusan angin, kalau tidak sanggup mengendalikan pasti ditinggal. Baru tim pemadam, BPBD dan rekan-rekan lainnya yang kalang kabut menangani," jelasnya.

Baca Juga: PPU Masuk Piloting Nasional, Penyaluran Bansos Bakal Terintegrasi Digital

Pembakaran lahan dapat berdampak luas, mulai dari menurunkan kualitas udara hingga mengancam permukiman di sekitar lokasi. Karena itu, ia mendorong penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran sengaja sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Namanya pembakaran pasti berdampak kepada kualitas udara. Banyak yang dirugikan. Masyarakat harus peduli dengan lingkungan sekitarnya," tegasnya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Samarinda per 21 Agustus, Kecamatan Palaran menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 25 kejadian. Disusul Samarinda Ulu 16 kejadian, Sambutan 14, Samarinda Utara 10, Sungai Kunjang dan Sungai Pinang masing-masing empat kejadian, serta Samarinda Kota dan Samarinda Seberang masing-masing satu kejadian. Sementara Samarinda Ilir belum mencatat kejadian karhutla. (*)

Editor : Sukri Sikki
kesengajaan Suwarso bpbd samarinda karhutla