KALTIMPOST.ID,BANJARMASIN–Gubernur Kalsel, Muhidin, menepis isu yang menyebut pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalsel.
Muhidin menegaskan bahwa posisi ketua tim penanganan Karhutla tersebut sebenarnya dijabat oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan. "Ini Menko Pangan yang menjadi Ketua Tim," kata Muhidin, dikutip Senin (24/8/2026).
Baca Juga: BPBD Kutim Catat 68 Hektare Lahan Terbakar, Temukan Indikasi Pembakaran Sengaja
Kendati bukan memimpin tim, Muhidin membenarkan bahwa Haji Isam memang diperintahkan langsung untuk terlibat aktif dalam penanggulangan karhutla di Kalsel. Keterlibatan tersebut merujuk pada kapasitasnya yang telah ditunjuk sebagai Staf Ahli.
"Karena memang ia ditunjuk menjadi Staf Ahli, dan diminta untuk menangani karhutla di Kalsel," ujarnya.
Baca Juga: Usai Minum Ciu, Dua Pemuda Didakwa Lempar Batu ke Pengendara di Balikpapan hingga Terluka
Muhidin menambahkan, kontribusi nyata Haji Isam dalam penanganan karhutla di lapangan sudah mulai berjalan. Pengusaha asal Kalsel tersebut menyalurkan bantuan teknis hingga dukungan anggaran taktis guna mempercepat pemadaman api.
"Ada 100 unit pompa air yang dibantu Haji Isam, dan dana operasional sebesar Rp 7,6 miliar untuk dua minggu ke depan," pungkas Muhidin. Selain bantuan pompa dan dana operasional, dukungan juga mencakup penyiapan alat berat serta fasilitas water bombing.
Baca Juga: Kapolda Kaltim Mengerahkan 190 Personel Brimob ke Kalbar untuk Memperkuat Penanganan Karhutla
Sebelumnya, rumor mengenai penunjukan Haji Isam sebagai Ketua Tim Penanganan Karhutla oleh Presiden Prabowo Subianto sempat berhembus kencang pada Sabtu (22/8/2026). Isu ini mencuat saat Haji Isam terlihat mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali meninjau langsung lokasi karhutla.
Kabar yang beredar juga menyebutkan Haji Isam dihubungi langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Koordinator Penanganan Karhutla. Namun, isu tersebut telah dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa pemerintah hanya meminta keterlibatan dan partisipasi Haji Isam dalam membantu penanganan karhutla di daerah tersebut.(*)
Editor : Thomas Priyandoko