KALTIMPOST.ID-Perlambatan ekonomi Benua Etam mulai menjadi perhatian DPRD Kaltim. Pemerintah daerah diminta mengantisipasi dampaknya terhadap tenaga kerja, dunia usaha, pendapatan rumah tangga, hingga daya beli masyarakat menjelang akhir 2026.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan mengatakan, perekonomian daerah masih tumbuh. Namun, tekanan mulai terlihat pada sejumlah sektor, terutama pertambangan yang selama ini menjadi salah satu motor utama ekonomi Kaltim.
“Menurut saya, kita perlu membaca situasinya secara utuh. Bukan untuk membangun pesimisme, tetapi untuk melihat bagian mana dari ekonomi masyarakat yang perlu dijaga dan apa yang masih dapat dilakukan pemerintah sampai akhir tahun,” ujarnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), ekonomi Kaltim pada triwulan I 2026 tumbuh 2,99 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 5,04 persen.
BI juga memprakirakan pertumbuhan ekonomi Kaltim sepanjang 2026 berada pada kisaran 2,00–3,75 persen.
Baca Juga: Karhutla Kubar Mengancam Permukiman, Prajurit Brigif TP 85 dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Api
Firnadi menilai perlambatan tersebut antara lain berkaitan dengan tertahannya kinerja sektor pertambangan, termasuk penurunan produksi batu bara dan penyesuaian rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).
Menurut dia, kondisi tersebut bukan berarti ekonomi Kaltim berhenti tumbuh atau memasuki krisis. Namun, tekanan terhadap sektor utama perlu diwaspadai karena berpotensi menjalar ke aktivitas ekonomi lainnya.
Dampaknya dapat dirasakan tenaga kerja, usaha yang bergantung pada aktivitas pertambangan, hingga pendapatan rumah tangga. Pada akhirnya, kondisi itu berpotensi memengaruhi kemampuan masyarakat dalam berbelanja.
Karena itu, Firnadi meminta pemerintah daerah menjaga sektor-sektor ekonomi yang masih memiliki ruang pertumbuhan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. “Sekaligus juga memastikan daya beli tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi Kaltim ini,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.