KALTIMPOST.ID,TOKYO–Bayang-bayang ancaman serangan rudal balistik memaksa Pemerintah Metropolitan Tokyo mengambil langkah ekstra. Fasilitas parkir bawah tanah di dekat Stasiun Tokyo disiapkan menjadi benteng perlindungan darurat bagi warga dan wisatawan jika sewaktu-waktu situasi krisis militer terjadi.
Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, mengonfirmasi bahwa survei terhadap Area Parkir Yaesu yang berada sekitar 2 hingga 11 meter di bawah permukaan tanah telah dimulai pada tahun fiskal ini. Tempat seluas 13.000 meter persegi tersebut bakal dimodifikasi khusus agar tahan benturan dan ledakan.
Baca Juga: Lahan Gambut 3 Hektare di Babulu Darat PPU Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Hingga Dini Hari
"Stasiun Tokyo adalah 'pintu gerbang ibu kota' yang dipadati warga dan wisatawan setiap hari. Kami perlu melindungi nyawa dan harta benda warga Tokyo dari kemungkinan serangan," tegas Koike.
Rencana renovasi fasilitas parkir ini mencakup pemasangan pintu khusus tahan ledakan (blast-proof doors) serta penyediaan rak cadangan logistik darurat. Jika terealisasi, Area Parkir Yaesu akan menjadi shelter bawah tanah kedua di Tokyo, menyusul fasilitas penyimpanan bencana seluas 1.400 meter persegi di Stasiun Azabu-Juban yang kini juga tengah dialihfungsikan.
Baca Juga: Kemarau Panjang dan Bayang-Bayang Karhutla, Warga Long Kali Paser Gelar Salat Istisqa
Langkah preventif Jepang ini dipicu berulangnya uji coba rudal balistik oleh Korea Utara yang berulang kali jatuh di perairan Laut Jepang. Koike mengecam keras aksi Pyongyang dan menyebutnya sebagai "ancaman serius dan berat yang sama sekali tidak dapat ditoleransi."
Tak hanya ancaman rudal Korea Utara, tensi geopolitik di kawasan Pasifik Barat juga kian memanas seiring meningkatnya tekanan militer China terhadap Taiwan. Pemerintah pusat Jepang bahkan telah merencanakan pembangunan tempat perlindungan serupa di pulau terpencil Okinawa, termasuk di Pulau Yonaguni yang hanya berjarak 110 kilometer dari Taiwan.
Baca Juga: Boleh Jadi Menteri tapi Haram Rangkap Jabatan Politik? Ini Hasil Kompromi Muktamar NU Jombang
Meskipun rincian anggaran dan pengerjaan konstruksi baru akan difinalisasi usai survei rampung pada tahun fiskal 2027, proyek ini menjadi bukti nyata ketegangan kawasan yang kian nyata di Asia Timur.(*)