BALIKPAPAN – Pemerataan akses listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus diperluas. Setelah menghadirkan layanan listrik PLN 24 jam bagi masyarakat Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur, PT PLN (Persero) UID Kaltimra menyiapkan pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk menjangkau 168 desa lainnya.
Untuk mendukung perluasan tersebut, PLN menyiapkan sekitar 875,36 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), serta 220 unit gardu distribusi.
Infrastruktur itu diproyeksikan membuka akses listrik PLN bagi sekitar 9.885 calon pelanggan di berbagai wilayah Kaltim dan Kaltara.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperluas layanan kelistrikan secara bertahap, terutama ke wilayah yang masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Baca Juga: PLN SustainAction 2026 Dibuka, Inovasi Kaltim-Kaltara Didorong Jadi Solusi Berkelanjutan
Pembangunan jaringan listrik di Kalimantan bukan pekerjaan sederhana. Bentang wilayah yang luas, jarak antarpemukiman, kondisi geografis, akses menuju lokasi, hingga mobilisasi material dan peralatan menjadi sejumlah tantangan yang harus dihadapi.
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan upaya PLN untuk terus memperluas jangkauan layanan.
Dari Senambah-Mulupan
Salah satu perluasan yang telah diwujudkan yakni penyalaan listrik PLN di Desa Senambah dan Desa Mulupan. Sebelumnya, masyarakat di kedua desa masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel dengan waktu operasi terbatas.
Kini, sebanyak 512 pelanggan di kedua desa tersebut telah menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam.
Kehadiran listrik sepanjang hari diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas, mendukung kegiatan belajar, sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi dan produktivitas desa.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi langkah PLN dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayahnya.
“Kini masyarakat Senambah dan Mulupan sudah merdeka menikmati listrik selama 24 jam. Ini menjadi kabar baik dan momentum penting bagi pembangunan di Muara Bengkal. Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan PLN terus diperkuat agar wilayah lain juga dapat merasakan manfaat yang sama,” ujar Ardiansyah.
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan, keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di Senambah dan Mulupan menjadi bagian dari perjalanan panjang pemerataan listrik di Kaltim dan Kaltara.
“Senambah dan Mulupan menunjukkan bahwa di tengah tantangan geografis yang ada, akses listrik tetap dapat kita hadirkan melalui kerja bersama. Namun, perjalanan pemerataan ini belum selesai. Kami terus melanjutkan pembangunan dan memperluas akses listrik ke desa-desa lainnya secara bertahap,” ujar Chaliq.
RE Kaltim Capai 95,87 Persen
Menurut Chaliq, pembangunan jaringan lebih dari 1.300 kilometer serta ratusan gardu distribusi menunjukkan besarnya infrastruktur yang diperlukan untuk menjangkau wilayah yang masih membutuhkan penguatan akses kelistrikan.
Namun, pembangunan listrik desa, kata dia, tidak sekadar berbicara mengenai panjang jaringan maupun jumlah infrastruktur.
“Di balik setiap kilometer jaringan yang dibangun, ada masyarakat yang menantikan hadirnya listrik. Ada anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar, keluarga yang ingin menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa, dan desa yang memiliki potensi untuk berkembang,” jelasnya.
Perluasan akses listrik juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan mulai dari proses pembangunan hingga memastikan infrastruktur yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Hingga Juli 2026, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Kaltim tercatat mencapai 95,87 persen, dengan Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN sebesar 93,06 persen.
Sementara di Kaltara, RE PLN mencapai 99,17 persen, sedangkan RDB PLN berada di angka 81,95 persen.
Capaian tersebut menunjukkan perjalanan perluasan layanan listrik terus berjalan. Namun, masih adanya desa yang perlu dijangkau menjadi penanda bahwa pemerataan akses kelistrikan belum selesai.
Dari Senambah dan Mulupan, pembangunan kini bergerak menuju desa-desa lainnya. Jaringan listrik yang dibangun bukan hanya menghubungkan gardu dengan pelanggan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengembangkan potensi desa.
PLN UID Kaltimra pun berkomitmen melanjutkan perluasan akses tersebut bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat listrik semakin merata di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. (mra)
Editor : Muhammad Ridhuan