KALTIMPOST.ID-Kodam VI/Mulawarman memperkuat keterlibatan TNI dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim hingga Kaltara.
Sebanyak 5.334 personel telah dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai wilayah.
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono mengatakan, penanganan karhutla saat ini menunjukkan perkembangan positif.
Kecepatan mendeteksi titik api dan segera mengerahkan personel menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat di Kutai Barat, ISPU Tembus 138 dan Sekolah Terapkan Belajar dari Rumah
“Setiap muncul titik api, jajaran langsung bergerak bersama unsur terkait. Kita dorong kecepatan deteksi dan kecepatan bertindak agar api tidak meluas,” ujar Krido.
Respons cepat tersebut salah satunya terlihat dalam penanganan kebakaran lahan semak belukar sekitar empat hektare di Jalan Sepinggan Asri RT 44, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kamis (27/8).
Kebakaran terjadi di lahan milik PT Balikpapan Lestari dan sebagian lahan warga. Peristiwa diketahui sekitar pukul 09.30 Wita setelah warga melihat kepulan asap putih tebal dan melaporkannya ke Pusdalops Balikpapan.
Armada pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 09.50 Wita. Pemadaman kemudian dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Kodim 0905/Balikpapan, Polresta Balikpapan, Lanud Dhomber, BPBD Kota Balikpapan, Brimobda Kaltim, Basarnas, relawan, serta masyarakat.
Krido bersama Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro turut meninjau penanganan di lokasi.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan pemantauan awal Kodam, kebakaran diduga dipicu kelalaian seorang warga berinisial Lilo (40).
Baca Juga: Pemkab Kubar Gandeng Kemenhub, Motoris hingga Juru Mudi Speedboat Bakal Dapat Sertifikasi
Krido menegaskan, masyarakat harus ikut mencegah munculnya titik api, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan selalu melaporkan titik api sekecil apa pun,” pesannya.
Selain pengerahan personel, dukungan peralatan pemadaman juga diperkuat. Pemerintah pusat mengirim 39 pompa pemadam beserta perlengkapannya ke Kaltim.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 100 pompa yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla.
Koordinasi juga terus dilakukan bersama Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting karena penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan personel pemadam, tetapi juga deteksi dini dan pencegahan di tingkat lapangan.
Berdasarkan data Pemprov Kaltim yang disampaikan Kodam VI/Mulawarman per 28 Agustus, tercatat 196 kejadian karhutla dengan luas mencapai 388,8 hektare hingga pertengahan Agustus 2026.
Meski tren kebakaran disebut terus menurun, status Kaltim masih Siaga Bencana Karhutla. (rd)
Editor : Romdani.