SENDAWAR—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar), melalap lebih dari 50 hektare hutan dan lahan berdasarkan pendataan pemerintah kampung. Api yang membakar kawasan dengan dominasi semak belukar dan tumbuhan sekunder itu berhasil dipadamkan setelah penanganan hampir 24 jam.
Pemadaman melibatkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar, Polres Kubar, Kodim 0912/Kubar, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat. Kepala Kampung Pepas Eheng Armansyah mengatakan api berhasil dipadamkan pada Sabtu (29/8). Meski demikian, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.
Baca Juga: Luas Karhutla di Samarinda Capai 192 Hektare, Andi Harun Sebut Ada Dugaan Kesengajaan
“Terima kasih dan apresiasi tinggi untuk semua pihak yang turut membantu memadamkan api,” kata Armansyah, Minggu (30/8). Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Vegetasi di lokasi yang didominasi tanaman paku-pakuan seperti resam, semak belukar, dan tumbuhan sekunder membuat api mudah menjalar.
Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran juga memperlambat penanganan. Petugas harus mengambil pasokan air dari Sungai Lungau Hulu dan Sungai Idatn yang berada cukup jauh dari titik api. Pemerintah Kampung Pepas Eheng turut menyiapkan posko darurat untuk mendukung kebutuhan logistik personel dan warga yang terlibat dalam pemadaman.
Setelah api dinyatakan padam, tim gabungan melanjutkan pemantauan dan penyisiran di kawasan terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari bara yang masih tersisa. (riz)
Editor : Muhammad Rizki