Bikin Bangga! Samarinda Jadi Satu-satunya Kota di Indonesia yang Raih Penghargaan WHO

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:11 WIB
RUANG PUBLIK BARU KOTA SAMARINDA
Warga menikmati Teras Samarinda Tahap II di tepian Sungai Mahakam, Jalan Gajah Mada, Minggu (30/8). Proyek ini menjadi salah satu lompatan besar dalam penataan kota, khususnya ruang publik di tepian Sungai Mahakam yang menjadi ikon Samarinda. Segmen 2, 3, dan 4, resmi dibuka dengan ruang terbuka hijau seluas 1.558 meter persegi, dermaga 2.115 meter persegi dengan 12 kios UMKM, mini amfiteater, playground, serta halte bus terpadu. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KALTIM POST)
RUANG PUBLIK: Warga menikmati Teras Samarinda Tahap II di tepian Sungai Mahakam, Jalan Gajah Mada, Minggu (30/8). Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa Samarinda menjadi satu-satunya perwakilan kota dari Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi ini, dengan proses penilaian independen zero contact yang mengapresiasi keberhasilan kolaborasi penataan lingkungan, kesehatan, dan kota berkelanjutan. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kota Samarinda kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Kota Tepian meraih penghargaan WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026 - WHO Western Pacific Region dari World Health Organization (WHO).

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen dan kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam mewujudkan kota yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, penghargaan tersebut diserahkan di Sydney, Australia. Namun, ia tidak dapat hadir karena padatnya agenda pemerintahan di Samarinda.

"Hari ini sebenarnya saya harus berada di Sydney karena malam ini penyerahan penghargaan dari WHO. Ini insyaallah satu-satunya di Indonesia," kata Andi Harun, Senin (31/8). Penghargaan tersebut kemudian diwakili Ketua Forum Kota Sehat Samarinda Ibu Wakil Wali Kota Elly Nuchritia Nova, didampingi Kepala Bagian Kerja Sama.

Baca Juga: Ironi Kota Minyak, Balikpapan Punya Kilang Besar tapi Warganya Masih Antre Pertalite

Andi Harun menegaskan, keberangkatan perwakilan Pemkot Samarinda tidak menggunakan fasilitas perjalanan dinas maupun APBD. Biaya perjalanan dan hotel ditanggung WHO melalui mekanisme reimburse. 

"Kabag Kerja Sama saya larang menggunakan fasilitas perjalanan dinas. Jadi, dia harus cuti. Kami membantu biayanya dalam artian memakai biaya sendiri. Nanti seluruh biayanya ditanggung WHO dalam bentuk reimburse," jelasnya.

Andi Harun mengungkapkan, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena proses penilaiannya dilakukan tanpa pertemuan langsung dengan pemerintah daerah.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan dan bagaimana penilaian dilakukan. Namun, WHO kemudian mengumumkan Samarinda sebagai penerima penghargaan. "Penilaian dunia kan zero KKN, bahkan zero contact dalam bentuk tatap muka. Tiba-tiba saja diumumkan oleh WHO bahwa kita adalah penerima penghargaan tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Antrean Pertalite Balikpapan Tak Kunjung Usai, DPRD Bakal Datangi BPH Migas

Andi Harun menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa upaya Pemkot Samarinda dalam membangun kota yang sehat mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat Kota Tepian. "Ini penghargaan yang membanggakan dan insyaallah satu-satunya di Indonesia," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Penghargaan WHO Samarinda WHO Healthy Cities 2026 andi harun