KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu konektivitas udara di Kalimantan Timur. Dua maskapai dilaporkan membatalkan sejumlah penerbangan menuju wilayah pedalaman Kaltim akibat kondisi asap yang menutup area tujuan.
Hal tersebut diungkapjan oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, saat dikonfirmasi via telepon Whatsapp, Rabu (2/8). Kadek menjelaskan, penerbangan yang terdampak bukan keberangkatan dari Bandara APT Pranoto. Gangguan terjadi karena kondisi di bandara tujuan yang terdampak kabut asap.
“Ada dua maskapai. Wings yang bersurat kemarin itu membatalkan yang ke Melak. Terus Smart juga, yang perintis itu membatalkan yang ke Datah Dawai, Long Apung, sama Melak juga. Ini karena dampak dari kabut asap,” kata Kadek.
Sementara penerbangan lainnya dari Bandara APT Pranoto disebur masih berjalan normal. Kondisi di bandara yang berada di Samarinda tersebut juga belum terdampak signifikan oleh asap karhutla.
Baca Juga: Kaltim Tetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Asap
Menurut Kadek, kondisi yang muncul pada pagi hari di sekitar bandara lebih banyak berupa kabut. Sementara asap karhutla masih tipis. “Kalau asap ya tipis-tipis saja. Mudah-mudahan tidak ada titik panas atau titik api yang besar di Samarinda,” ujarnya.
Kadek menyebut, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga saat ini belum menunjukkan adanya titik panas atau titik api besar di Samarinda.Kendati demikian, kondisi di sejumlah wilayah pedalaman berbeda. Melak, Kutai Barat (Kubar), menjadi salah satu daerah yang terdampak kabut asap sehingga penerbangan menuju wilayah tersebut harus dibatalkan.
Kadek menjelaskan, pembatalan penerbangan akibat kondisi cuaca dan kabut asap tersebut masuk dalam kondisi kahar atau force majeure. Karena itu, mekanisme penanganan penumpang dikembalikan kepada pilihan masing-masing.
Penumpang dapat memilih pembatalan dan pengembalian dana (refund) atau menjadwalkan ulang penerbangan (reschedule). “Penumpang juga sudah paham ketentuan penanganan kalau pembatalan atau delay itu karena kahar, bukan karena maskapainya. Kalau ada yang mau batal, ya dibalikin. Kalau ada yang mau reschedule, ya diubah ke tanggal besoknya atau berapa harinya,” jelasnya.
Baca Juga: Kondisi Udara Balikpapan Memburuk Imbas Karhutla Tetangga, Wali Kota Imbau Warga Pakai Masker
Kadek menambahkan, informasi mengenai pembatalan maupun perubahan jadwal penerbangan juga disampaikan melalui sistem maskapai. Saat membeli tiket, penumpang mencantumkan nomor telepon sehingga pemberitahuan dapat dikirim langsung apabila penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, maupun perubahan jadwal.
Selain itu, pihak Bandara APT Pranoto juga disebut memperbarui informasi penerbangan melalui kanal media sosial bandara. Informasi tersebut mencakup jadwal penerbangan harian dan penerbangan yang mengalami pembatalan.
“Kalau ada yang batal, kita juga sampaikan di portal kami,” katanya. Karena itu, Kadek mengimbau calon penumpang untuk aktif memantau informasi sebelum melakukan perjalanan. Terutama bagi mereka yang hendak menuju wilayah pedalaman yang saat ini terdampak kabut asap.
Di sisi lain, kondisi kabut asap juga masih terus dipantau melalui informasi BMKG. Sebab, perubahan cuaca dan arah angin dapat memengaruhi kondisi penerbangan. “Media sosialnya Bandara APT, media sosialnya maskapai, dan juga media sosial yang lain pasti itu dipantau. BMKG juga terkait dengan kondisi asap dan cuaca,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki