Karhutla Kaltim Melonjak 3.131 Hektare di Agustus, BPBD Usulkan Operasi Udara Ke BNPB

Eko Pralistio • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 09:27 WIB
Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan. (FOTO/EKO PRALISTIO)
Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan. (FOTO/EKO PRALISTIO)

SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan lonjakan tajam sepanjang Agustus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 559 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai 3.131 hektare.

Angka tersebut jauh melampaui kondisi pada periode Januari hingga Juli. Dalam tujuh bulan pertama 2026, luasan karhutla yang tercatat sekitar 233 hektare.

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, lonjakan tersebut menjadi perhatian serius. Meski demikian, kondisi Kaltim secara umum masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah provinsi lain di Kalimantan, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Di bulan Agustus ini sudah kejadian karhutlanya itu ada 559 kali dengan total luasan 3.131 hektare. Ini sudah cukup memprihatinkan. Sedangkan luasan karhutlanya mulai Januari sampai Juli hanya berkisar 233,” kata Buyung, Rabu (2/8).

Menurut dia, ancaman karhutla tidak berhenti pada lahan yang terbakar. Asap yang ditimbulkan juga berpotensi memperburuk kualitas udara, terlebih Kaltim berbatasan dengan wilayah yang juga mengalami kebakaran.

Baca Juga: Lahan Seluas 5 Hektare Terbakar di Kutim, Pria Lansia Diduga Pelakunya dan Ini Ancaman Hukumannya

Pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Asap dari kebakaran di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan berpotensi bergerak ke arah utara dan memengaruhi Kaltim.

“Ini efek dari asap itu yang tidak bisa disepelekan. Ada kemungkinan asap yang didapatkan Kaltim akibat berbatasan dengan dua provinsi, Kalteng dan Kalsel, yang berpotensi adanya angin ke utara dan bisa sampai asapnya ke Kalimantan Timur,” jelasnya.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, BPBD Kaltim tidak hanya mengandalkan operasi pemadaman melalui jalur darat. Operasi udara juga diusulkan untuk memperkuat penanganan karhutla.

“Selain operasi darat yang tetap dijalankan oleh semua tim, kita mengusulkan operasi udara,” ujarnya.

Dari sebaran karhutla, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar. Luasnya mencapai sekitar 920 hektare. Sementara dari sisi jumlah kejadian, wilayah Paser tercatat paling tinggi.

Baca Juga: Dampak Karhutla Kian Parah! Asap Tebal Lumpuhkan Rute Penerbangan Pedalaman Kaltim

 

“Yang paling tinggi sekarang ada di Kubar mencapai 920 hektare. Dan untuk kejadian paling banyak ada di Pasir,” kata Buyung.

Penanganan di lapangan juga mendapat dukungan TNI dan Polri. BPBD Kaltim menyebut dukungan tersebut mencakup personel untuk membantu penanganan karhutla, termasuk dari Mabes TNI.

Di sisi lain, kondisi kualitas udara Kaltim mulai menunjukkan sejumlah wilayah yang masuk kategori tidak sehat. Namun, kondisi tersebut bersifat dinamis karena indeks kualitas udara berubah berdasarkan waktu dan lokasi pemantauan.

Buyung mengatakan, secara umum kondisi Kaltim masih relatif lebih baik dibandingkan beberapa daerah lain di Kalimantan. Di sejumlah wilayah yang terdampak parah, asap bahkan telah masuk ke dalam rumah warga.

“Kalau kita lihat dari media, asap itu sudah sampai dalam rumah. Kalau kondisi kita, asapnya masih ada di luar rumah,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai dampak asap. Terlebih jika konsentrasi asap meningkat dan mulai masuk ke permukiman. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
karhutla Kaltim BPBD Kaltim