Balikpapan Raih Peringkat Kedua Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:33 WIB
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menerima penghargaan dari Kemendagri dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. (DOKUMENTASI HUMAS PEMKOT BALIKPAPAN)
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menerima penghargaan dari Kemendagri dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. (DOKUMENTASI HUMAS PEMKOT BALIKPAPAN)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan menempati peringkat kedua dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Platinum Balikpapan, Kamis (3/9/2026).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian kementerian terhadap berbagai aspek pengelolaan daerah, termasuk bidang lingkungan hidup.

Menurut Rahmad, kebersihan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Balikpapan. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong kepedulian masyarakat sekaligus melanjutkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah berjalan sebelumnya.

Baca Juga: 442 Debitur Nunukan dan Kukar Masuk Penghapusan Piutang

“Selama ini kebersihan menjadi salah satu program prioritas kita, bagaimana menjaga kota ini tetap kondusif dalam artian masyarakatnya peduli terhadap kebersihan,” kata Rahmad saat diwawancarai usai acara, Jumat (4/9/2026).

Dia menilai pengelolaan sampah di Balikpapan merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Karena itu, dia berharap ke depan Balikpapan dapat kembali meraih posisi pertama.

“Pengelolaan sampah di Balikpapan juga merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Artinya, harusnya kita yang pertama, kan? Tapi tidak apa-apa tahun ini Bontang, kita kan tetangga juga,” ujarnya.

Rahmad menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepedulian warga.

Selain menjaga kebersihan, sistem pengelolaan sampah yang diterapkan juga diharapkan memberikan manfaat lain bagi masyarakat, termasuk menghasilkan gas dan listrik.

“Edukasi dan tentunya sering kita sampaikan kepada warga bagaimana arti pentingnya kepedulian kita bersama-sama karena pemerintah tidak akan bisa jalan sendiri,” katanya.

Baca Juga: Promo di Momen Hari Pelanggan, Berikut Rekomendasi untuk Berburu Promo di Berbagai Merchant BRI

Terkait penghargaan yang diterima, Rahmad mengatakan insentif yang diperoleh akan diarahkan untuk mendukung program kebersihan. Penggunaannya akan dikoordinasikan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.

“Hadiah tetap untuk bidang kebersihan. Nanti melalui dinas terkait, dalam hal ini DLH, akan diarahkan ke mana dana-dananya. Yang penting untuk menunjang kebersihan dan menjaga kota kita tetap bersih,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan juga akan mengembangkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah. Salah satunya sistem pengolahan yang memungkinkan sampah langsung dimusnahkan sehingga dapat mengurangi penumpukan.

Rahmad menyebut pengembangan sistem tersebut masih dalam proses di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. Pemkot juga menyiapkan penambahan lahan untuk mendukung pengelolaan sampah hingga akhir 2026.

“Artinya limbah itu langsung habis semua. Jadi sampah itu bisa hilang. Sistem ini yang lagi dikembangkan nanti di pemerintah kota,” ujarnya.

Dia berharap seluruh upaya tersebut dapat terus dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan Kota Balikpapan.

“Harapan pokoknya selalu kita berbuat terbaik untuk kota kita, Balikpapan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
kemendagri pengelolaan sampah dlh balikpapan Rahmad Mas’ud balikpapan