Intrusi Air Laut ke Sungai Mahakam, 9 IPA Perumda Tirta Kencana Samarinda Kurangi Jam Operasional

Dwi Restu A • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:51 WIB
TERJADI PENINGKATAN: Perumdam Tirta Kencana Samarinda mengumumkan terkait kondisi intrusi air laut yang mengganggu pelayanan air bersih. (IG)
TERJADI PENINGKATAN: Perumdam Tirta Kencana Samarinda mengumumkan terkait kondisi intrusi air laut yang mengganggu pelayanan air bersih. (IG)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kualitas air baku Sungai Mahakam mengalami penurunan akibat kemarau panjang fenomena El Nino yang memicu kenaikan kadar klorida hingga masuk status Siaga.

Kondisi ini memaksa Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mengambil langkah darurat dengan mengurangi jam operasional pada sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) demi menjaga mutu air olahan.

Baca Juga: Pemkab Kubar Salurkan Bantuan Longsor Muara Baroh, Jalan Rusak Segera Diperbaiki

Sembilan fasilitas pengolahan yang mengalami pengurangan jam operasional meliputi IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, dan IPA Kalhol. Selain itu, pembatasan operasional juga menyasar IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, IPA Tirta Kencana, serta IPA Cendana.

Manajemen Perumda Tirta Kencana menegaskan, seluruh unit instalasi tersebut baru akan kembali beroperasi normal setelah intrusi air laut mereda. Batas aman produksi ditetapkan saat kadar klorida Sungai Mahakam kembali berada di bawah ambang batas standar 250 ppm.

Menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, masyarakat pelanggan di kawasan terdampak yang alirannya masih keluar diminta segera menampung air cadangan. Warga juga diimbau untuk lebih bijak dan berhemat dalam pemakaian air sehari-hari selama krisis kemarau berlangsung.

Baca Juga: Water Bombing Disiagakan, Karhutla Samarinda Capai 275,21 Hektare

Untuk memitigasi dampak kekeringan, Perumda Tirta Kencana mengaktifkan skema pasokan darurat melalui pembentukan Terminal Mandiri dan Terminal Umum. Warga yang memiliki sumur bor dengan kapasitas memadai diajak saling berbagi dengan tetangga sekitar lewat koordinasi pengurus RT dan kelurahan setempat.

Selain itu, fasilitas penampungan air berkapasitas besar di masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya juga disiapkan menjadi Terminal Umum bagi warga yang membutuhkan. Teknis antrean dan pendistribusian air di Terminal Umum akan diatur langsung lurah, ketua RT, serta tokoh masyarakat.

Pihak perumda juga menyiagakan pengambilan air langsung di sejumlah lokasi instalasi untuk memenuhi kebutuhan darurat minum dan masak. Terminal IPA tersebut berlokasi di IPA Palaran, IPA Bantuas, IPA Pulau Atas, IPA Makroman, dan IPA Sungai Kapih.

Baca Juga: Sekda Paser Pensiun Desember, Lelang Jabatan Disiapkan Lebih Dini

Bagi wilayah permukiman yang memerlukan pasokan armada truk tangki guna mengisi penampungan Terminal Umum, pengurus RT atau lurah dapat mengajukan permintaan resmi ke posko Satgas Penanganan Air Bersih.

Manajemen penyedia air bersih pelat merah ini turut mengajak segenap lapisan masyarakat Kota Samarinda untuk saling bergotong royong membantu sesama, seraya memanjatkan doa bersama agar hujan segera turun membasahi wilayah Kota Tepian. (*)

Editor : Dwi Restu A
intrusi air laut sungai mahakam Perumdam tirta kencana samarinda Instalasi Pengolahan Air