KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Kepolisian mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi aksi unjuk rasa yang diperkirakan berlangsung pada September 2026. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah isu gerakan yang disebut sebagai Black September.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jajaran kepolisian perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Berdasarkan prediksi yang diterima, aksi massa disebut berpotensi terpusat pada 24 September 2026.
Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Tani Nasional sekaligus momentum peringatan Semanggi II.
Baca Juga: Pengumuman! Bandara Soetta Kembali Dibuka usai Erupsi Anak Krakatau, 174 Penerbangan Sudah Dilayani
“Ke depan masih terdapat aksi-aksi yang harus kita hadapi, salah satunya adalah isu Black September,” ujar Dedi dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, kesiapan personel menjadi penting agar pengamanan kegiatan penyampaian pendapat tidak justru memicu persoalan baru. Polisi diminta mampu membaca potensi eskalasi dan mengambil langkah yang proporsional.
Dedi menegaskan, penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan hak masyarakat yang dijamin konstitusi. Karena itu, tugas kepolisian bukan sekadar mengamankan aksi, tetapi juga memastikan hak tersebut tetap dapat dijalankan.
“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang wajib kita hormati dan kita lindungi,” katanya.
Di sisi lain, Polri tetap harus mengantisipasi kemungkinan munculnya tindakan yang mengarah pada kekerasan ataupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dedi menyebut pengalaman pengamanan sejumlah aksi sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Demonstrasi dalam skala nasional maupun daerah, termasuk aksi pada momentum May Day dan rangkaian demonstrasi Agustus 2026, menjadi pembelajaran bagi aparat.
Melalui Operasi Aman Nusa I, kepolisian diminta memperkuat kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan. Pendekatan pengamanan harus dilakukan secara terukur agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Baca Juga: Daftar Puluhan Jenderal Pol Dimutasi Kapolri Agustus 2026, Ini Jabatan Baru yang Diemban
“Polri dalam menggelar Operasi Aman Nusa I juga harus memiliki kesiapan untuk mencegah setiap potensi eskalasi agar tidak berkembang menjadi konflik, kekerasan maupun gangguan kamtibmas yang lebih luas,” tegas Dedi.
Dengan perkiraan adanya konsentrasi massa pada 24 September, kepolisian kini memiliki waktu untuk melakukan pemetaan
Editor : Uways Alqadrie