Abdunnur Unggul 65 Suara, Ini Tiga Nama Calon Rektor Unmul Periode 2026-2030

Eko Pralistio • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:11 WIB
Calon Rektor Universitas Mulawarman menyampaikan paparan visi, misi, dan program kerja utama dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung Rektorat Unmul, Samarinda, Selasa (8/9/2026). (EKO/KALTIM POST)
Calon Rektor Universitas Mulawarman menyampaikan paparan visi, misi, dan program kerja utama dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung Rektorat Unmul, Samarinda, Selasa (8/9/2026). (EKO/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID- Persaingan menuju kursi rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026–2030 mulai mengerucut. Dalam penyaringan yang digelar Senat Unmul, Selasa (8/9), tiga nama berhasil meraih suara, dengan Abdunnur menjadi kandidat perolehan suara terbanyak.

Dari 91 anggota Senat Unmul, sebanyak 90 orang menggunakan hak pilih dan seluruh suara dinyatakan sah. Abdunnur memeroleh 65 suara, disusul Rudianto Amirta dengan 24 suara dan Fahrul Agus 1 suara. Sementara dua kandidat lainnya, Mukhamad Nurhadi dan Soerja Koesnarpadi, tidak mendapat suara.

Hasil tersebut membuat Abdunnur, yang merupakan rektor petahana, berada di posisi teratas dalam tahapan penyaringan. Namun, proses ini belum final. Putaran kedua yang dijadwalkan pada 8–11 Oktober 2026, melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), akan menjadi penentu hasil akhir Pilrek Unmul. Dari visi-misi yang ditawarkan, ketiga kandidat membawa sejumlah gagasan berbeda untuk Unmul dalam empat tahun ke depan.

Baca Juga: Bawa Sogo dan 150 Brand Mewah, Catat Estimasi Jadwal Buka Central Park Borneo Bay Balikpapan

Abdunnur: Perkuat Akreditasi hingga Persiapan PTN-BH

Abdunnur menawarkan lima misi utama. Mulai dari penguatan akademik, sumber daya manusia, tata kelola, infrastruktur, hingga kemitraan. Di bidang akademik, ia menargetkan percepatan akreditasi unggul dan internasional bagi program studi, salah satunya lewat pembentukan War Room Akreditasi Universitas, pendampingan program studi, hingga peningkatan jumlah prodi yang memeroleh akreditasi internasional seperti ASIIN, AQUN, FIBAA, dan AUN-QA.

Ia juga mendorong penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE) di seluruh program studi serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, IKN, dan standar internasional. Untuk pengembangan riset, Abdunnur menempatkan kekuatan hutan tropis lembap sebagai salah satu identitas utama Unmul, dengan pengembangan pusat unggulan yang berkaitan dengan biodiversitas, lingkungan, kehutanan, pesisir, dan IKN. Di sektor SDM, program yang ditawarkan antara lain percepatan dosen memperoleh gelar doktor, postdoctoral, visiting scholar, hingga program percepatan guru besar berbasis klaster keilmuan.

Dalam tata kelola, Abdunnur menawarkan integrasi sistem akademik, keuangan, SDM, penelitian, kemahasiswaan, aset, dan akreditasi dalam satu platform, dilengkapi Executive Dashboard serta penguatan sistem penjaminan mutu. Untuk infrastruktur, gagasan Smart Campus menjadi program utama, termasuk modernisasi jaringan internet, data center, smart classroom, keamanan siber, hingga persiapan infrastruktur pendukung transisi Unmul menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Kemitraan dengan IKN juga menjadi perhatian. Abdunnur menawarkan pembentukan IKN Collaboration Center untuk mengoordinasikan kerja sama riset, kajian kebijakan, konsultansi pembangunan, hingga program magang dan penempatan lulusan pada institusi pendukung IKN.

Baca Juga: Polisi Geledah Kantor BPKAD Kukar, Perkara Belum Diungkap

Rudianto Amirta: Kesejahteraan Sivitas Jadi Prioritas

Sementara itu, Rudianto Amirta membawa visi menjadikan Unmul sebagai universitas yang unggul, mandiri, bermartabat, serta berdaya saing nasional dan internasional dengan kekuatan hutan dan lingkungan tropis lembap Kalimantan. Ada delapan misi yang ditawarkan Rudianto, dengan penekanan utama pada kesejahteraan sivitas akademika. Mencakup program remunerasi dan akselerasi karier, kesehatan dan jaring pengaman sosial, beasiswa, Student Welfare Center, hingga fasilitasi perumahan bagi sivitas.

Rudianto juga menawarkan kemandirian finansial lewat pengembangan unit usaha dan holding, royalti, lisensi dan hak kekayaan intelektual, diversifikasi pendapatan, hingga fondasi menuju PTN-BH dan dana abadi. Di bidang riset, ia menawarkan dana dan ekosistem riset kompetitif, pertumbuhan guru besar, publikasi berkualitas, serta penguatan pusat riset unggulan hutan tropis dan biodiversitas.

Untuk mahasiswa, program yang ditawarkan mencakup sistem sukses akademik dan early warning system (EWS), Career and Tracer Center, pengembangan talenta, serta penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Rudianto juga memasukkan isu kampus berkelanjutan lewat program pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS), kampus inklusif dan aksesibel, integritas akademik, antikorupsi, hingga program Unmul Mengajar untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Baca Juga: TPP Guru Samarinda Tersendat, Disdikbud Sebut Pagu Anggaran Terbatas

Fahrul Agus: Dorong AI hingga Innovation Hub

Adapun Fahrul Agus mengusung visi menjadikan Unmul sebagai universitas unggul, berdampak, berkelas dunia, sekaligus pusat inovasi berbasis lingkungan tropis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan kemajuan Indonesia pada 2030. Enam misi menjadi dasar programnya, dengan yang paling menonjol adalah integrasi teknologi dalam pendidikan dan tata kelola kampus. Fahrul menawarkan kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI), data science, dan kewirausahaan, selain program double degree, micro credential, serta hybrid learning global.

Di bidang riset, ia ingin mendorong hasil penelitian tidak berhenti di publikasi, lewat pembangunan Unmul Innovation Hub, Science Techno Park, inkubator bisnis, dan Startup Center untuk memperkuat hilirisasi serta komersialisasi hasil riset. Digitalisasi juga menjadi program utama lewat konsep One Data Unmul, AI Academic Assistant, Digital Twin Campus, Smart Classroom, Smart Library, hingga Smart Administration.

Untuk SDM, Fahrul menawarkan percepatan guru besar dan lektor kepala, peningkatan beasiswa doktor, Leadership Academy, serta memperbesar anggaran remunerasi berbasis kinerja. Sementara konsep Unmul Berdampak diarahkan pada peningkatan publikasi internasional bereputasi, pengembangan desa binaan dan UMKM digital, serta riset di bidang energi, teknologi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, dan sosial humaniora.

Baca Juga: Porprov Kaltim 2026 Tetap Pertandingkan 64 Cabor, 5 Cabor Pakai Biaya Mandiri

Tahapan Selanjutnya

Ketua Senat Unmul Prof. Haviluddin mengatakan, hasil tersebut sekaligus mengubah status ketiga nama dari bakal calon menjadi calon rektor. "Jadi, berdasarkan peraturan bahwa penyaringan bakal calon rektor dari lima menjadi tiga terbesar, terdapat tiga calon rektor. Jadi, bukan bakal calon rektor lagi, tapi beliau-beliau ini adalah calon rektor," ujarnya.

Ketiga nama tersebut selanjutnya akan dilaporkan berdasarkan berita acara rapat Senat terbuka dan tertutup, sekaligus disampaikan kepada kementerian bersama berkas administrasi terkait. Tahapan berikutnya adalah wawancara terhadap tiga calon rektor oleh kementerian, meski jadwalnya belum ditentukan.

"Waktunya kami belum tahu, karena waktunya itu ditentukan dari hasil audiensi yang akan kami laksanakan," katanya. Menurutnya, sekretaris Senat Unmul telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kementerian untuk menyampaikan hasil penyaringan tersebut. Sementara itu, pemilihan rektor putaran kedua diusulkan berlangsung sekitar satu bulan setelah tahapan penyaringan, dengan perkiraan pada 8 Oktober 2026, meski jadwal tersebut masih menunggu hasil audiensi dengan pihak kementerian.

"Jadwal putaran yang kedua tersebut bergantung dari hasil audiensi kami dengan pihak kementerian yang akan kami lakukan dalam satu sampai dua hari," ujarnya. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menjalankan tahapan penyaringan, yang sebelumnya sempat tertunda sebanyak dua kali. "Karena sudah tiga kali, dua kali di-pending, dan hari ini alhamdulillah dilaksanakan dengan baik sekali, dengan lancar sekali dan berjalan sukses," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
pilrek unmul senat unmul Rektor Unmul Abdunnur