IRGC Iran Serang Kapal AS dan Tanker Minyak di Selat Hormuz, Konflik dengan Amerika Makin Memanas

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:27 WIB
Foto istimewa
Foto istimewa

KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah kapal di sekitar Selat Hormuz. Dua kapal berbendera Amerika Serikat (AS), delapan kapal tanker minyak, dan 10 kapal lainnya disebut menjadi sasaran operasi tersebut.

IRGC menyatakan tindakan itu merupakan respons atas serangan AS terhadap lima kapal tanker minyak Iran di kawasan Teluk Persia.

Dalam pernyataan yang dikutip Press TV, Rabu (9/9/2026), Angkatan Laut IRGC menyebut dua kapal AS dan delapan tanker minyak mengalami kerusakan akibat serangan balasan tersebut.

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Modus Live Streaming Pornografi di TikTok dan Tevi, 6 Tersangka Ditangkap

Selain itu, 10 kapal lain juga diklaim menjadi target setelah mencoba melintasi wilayah yang oleh Iran dinyatakan sebagai zona terlarang dan tidak aman di Selat Hormuz.

Iran menuding pergerakan kapal-kapal tersebut mendapat dukungan atau dorongan dari AS. Namun, klaim mengenai kerusakan kapal tersebut merupakan pernyataan dari pihak Iran dan belum dijelaskan secara independen dalam bahan yang tersedia.

Iran Klaim Kuasai Selat Hormuz

IRGC juga kembali menegaskan kendalinya atas jalur strategis Selat Hormuz.

Menurut Garda Revolusi, Angkatan Laut IRGC terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan semakin tingginya ketegangan di jalur laut yang menjadi salah satu rute penting perdagangan energi dunia.

Konflik antara Iran dan AS membuat situasi di sekitar Selat Hormuz semakin sensitif. Aktivitas kapal komersial maupun militer di kawasan tersebut menjadi perhatian karena jalur ini memiliki posisi strategis bagi distribusi minyak dan energi global.

Pangkalan AS di Yordania Juga Jadi Sasaran

Dalam perkembangan lain, IRGC mengklaim Pasukan Kedirgantaraan Iran melancarkan serangan rudal terhadap Pangkalan Udara al-Azraq di Yordania yang digunakan AS.

Iran menyebut serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas militer. Sasaran yang diklaim antara lain hanggar pemeliharaan dan perbaikan, fasilitas persiapan pesawat, serta area perlindungan pesawat tempur.

Baca Juga: Berusia 41 Tahun, Ini Kemampuan Perang Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

Rudal balistik berbahan bakar padat dan cair disebut digunakan dalam serangan tersebut. Iran juga mengklaim fasilitas yang berkaitan dengan pengoperasian pesawat F-35, F-16, dan F-15 menjadi sasaran.

Rangkaian klaim tersebut menunjukkan konflik Iran-AS semakin meluas dari medan udara ke kawasan maritim.

Selat Hormuz kini menjadi salah satu titik paling rawan dalam eskalasi tersebut. Setiap gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap keamanan jalur perdagangan dan pasar energi dunia.

Editor : Uways Alqadrie
irgc selat hormuz harga minyak dunia hari ini donald trump perang Iran Amerika Serikat