KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musim kemarau yang melanda Kota Samarinda mulai berdampak serius pada sektor pertanian dan memicu keterlambatan masa tanam yang semestinya dimulai sejak awal September.
Kondisi kekeringan ini memaksa para petani di berbagai kawasan menunda pengolahan lahan akibat minimnya pasokan air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan air baku ke lahan pertanian warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengungkapkan, penanganan dampak kemarau kini difokuskan untuk menjaga mata pencarian petani agar tidak mengalami gagal tanam maupun gagal panen. Salah satu langkah cepat dilakukan di Kelurahan Makroman, khususnya di area persawahan Kelompok Tani Harapan Baru.
"Harusnya sudah masuk waktu tanam di awal September, tetapi karena kondisi kekeringan terjadi keterlambatan suplai air. Posko Kedaruratan Kekeringan tidak hanya menangani karhutla dan suplai air bersih warga, melainkan juga memberi perhatian khusus bagi lahan pertanian," ujar Suwarso saat meninjau persawahan di Makroman.
Baca Juga: Usulan Rp 20 Miliar, Anggaran Porprov Balikpapan Hanya Rp 12 Miliar, Jumlah Atlet Terancam Berkurang
Di lokasi tersebut, BPBD menyiagakan satu unit mesin pompa berkapasitas besar dengan pipa hisap dan buang berukuran 6 inci. Pompa tersebut difungsikan untuk mengairi areal persawahan seluas 43 hektare.
Pasokan air di Makroman diambil dari kolam bekas tambang (void) yang ada di sekitar area persawahan. Sumber air tersebut dinilai cukup andal untuk menjaga ketersediaan air selama persiapan tanam.
"Alhamdulillah di Makroman ada sekitar tiga void eks tambang dengan kedalaman mencapai 70 meter dan luasan sekitar satu hektare. Kami perhitungkan cadangan air ini mampu mencukupi kebutuhan sawah yang sedang bersiap tanam," jelasnya.
Penanganan kekeringan lahan pertanian tidak hanya terpusat di Makroman. Suwarso memaparkan, tim gabungan telah menyalurkan air ke tujuh lokasi persawahan dengan total luasan mencapai 207 hektare di seluruh wilayah Samarinda.
Selain Makroman, penyaluran air dilakukan di Betapus Kelurahan Lempake seluas 30 hektare, serta kawasan Serayu Kelurahan Tanah Merah seluas 45 hektare. Khusus di Serayu, pasokan air dialirkan menggunakan armada truk tangki karena jarak sumber air ke persawahan terbilang cukup jauh.
Baca Juga: Serunya Menikmati Alam di Wisata Meranti Balikpapan, Bisa Rasakan Madu Langsung dari Sarang
Distribusi air juga menyasar persawahan di Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran seluas 25 hektare, Kelurahan Bukuan 10 hektare, Kelurahan Bantuas 25 hektare, serta kawasan Pelita 6 di Kecamatan Sambutan seluas 70 hektare. "Total ada tujuh titik lokasi yang sudah kami alirkan airnya menuju persawahan warga. Kami terus bergerak ke titik-titik lain yang petaninya masih terkendala air dalam persiapan masa tanam," tambahnya.
BPBD Samarinda saat ini juga menyiapkan tambahan mesin pompa jenis dompeng beserta selang berukuran 6 inci untuk kelompok tani lainnya, termasuk Kelompok Tani Karanganyar di Makroman yang mulai mengajukan kebutuhan serupa. (riz)
Editor : Muhammad Rizki