KALTIMPOST.ID-Dampak kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan mulai merembet ke aktivitas penerbangan.
Sejumlah penumpang tujuan Palangka Raya terpaksa menunggu di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kamis (17/9), setelah pesawat yang mereka tumpangi dialihkan akibat keterbatasan jarak pandang di bandara tujuan.
Salah seorang penumpang, Nathalia, mengatakan dirinya berangkat dari Jakarta menuju Palangka Raya menggunakan Garuda Indonesia. Namun, setelah sempat mengalami penundaan, penerbangannya justru dialihkan ke Balikpapan.
“Saya dari Jakarta mau ke Palangka Raya sebenarnya. Cuma tadi tiba-tiba dialihkan ke Balikpapan, katanya bandara Palangka ditutup,” ujarnya di Bandara SAMS Sepinggan.
Baca Juga: Kabut Asap, Bontang Stop MBG di Sekolah Mulai Besok, Kepala SPPG: Nanti jika Lama Kami Lapor Pusat
Nathalia mengatakan penerbangannya semula dijadwalkan berangkat dari Jakarta pada Rabu (16/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Penerbangan kemudian dibatalkan dan dijadwalkan ulang pada Kamis sekitar pukul 07.30 WIB.
Setelah kembali mengalami keterlambatan, pesawat akhirnya lepas landas dari Jakarta. Namun, ketika mendekati Palangka Raya, penumpang mendapat informasi bahwa pesawat dialihkan ke Balikpapan karena kondisi di bandara tujuan belum memungkinkan untuk pendaratan.
Pesawat tiba di Balikpapan sekitar pukul 11.00 Wita. Hingga sekitar pukul 14.30 Wita, Nathalia bersama penumpang lainnya masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan perjalanan.
“Tadi saya tanya ke pihak Garuda, katanya akan diinformasikan setiap 30 menit. Ini sudah lebih 30 menit, belum ada info lagi,” katanya.
Ia memahami kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Namun, penumpang tetap membutuhkan kepastian mengenai waktu keberangkatan.
“Kami menunggu juga ada batasnya. Kita juga butuh diterbangkan ke sana karena kita pesannya kan ke Palangka, bukan ke Balikpapan,” ujarnya.
Manager Kantor Cabang Bandara Internasional SAMS Sepinggan Iwan Winaya Mahdar mengatakan, terdapat dua penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak keterbatasan jarak pandang di bandara tujuan pada Kamis.
Baca Juga: Asap Kiriman Karhutla Kepung Balikpapan, BMKG Sebut Sumbernya dari Paser hingga Kalsel
Penerbangan menuju Samarinda membawa 125 penumpang dan satu bayi. Sementara penerbangan menuju Palangka Raya membawa 143 penumpang.
Para penumpang sementara menunggu di Gate 1 hingga kondisi jarak pandang di Bandara APT Pranoto Samarinda dan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya membaik.
Berbeda dengan dua bandara tersebut, operasional Bandara SAMS Sepinggan masih berjalan karena jarak pandang di Balikpapan masih memenuhi ketentuan penerbangan.
Kondisi itu membuat Balikpapan menjadi salah satu lokasi pengalihan penerbangan ketika bandara lain di Kalimantan mengalami keterbatasan jarak pandang.
Iwan menyebut, selama periode kondisi tersebut, sekitar 20–30 penerbangan pernah dialihkan ke Balikpapan. “Kurang lebih sekitar angka 20 sampai dengan 30 pesawat,” katanya.
Pengalihan tidak hanya berasal dari Palangka Raya dan Samarinda. Penerbangan dari Bandara Supadio Pontianak dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin juga pernah dialihkan ke Balikpapan. Khusus penerbangan dari Bandara APT Pranoto Samarinda, pengalihan telah terjadi dua kali, termasuk penerbangan Garuda pada Kamis.
Menurut Iwan, belum dapat dipastikan kapan pesawat yang dialihkan bisa melanjutkan perjalanan.
Keputusan penerbangan tetap bergantung pada perkembangan jarak pandang di masing-masing bandara tujuan.
“Harapannya mudah-mudahan segera saja jarak pandang di dua airport ini bisa membaik, sehingga bisa terbang kembali sesuai dengan destinasi maskapai tersebut,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.