Defisit APBN Agustus 2026 Rp240,1 Triliun, Suahasil Nazara Ungkap Kondisi Keuangan Negara

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 10:55 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara
Menteri Keuangan Suahasil Nazara

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun hingga akhir Agustus. Nilai tersebut setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, kondisi tersebut masih berada dalam jalur yang terkendali. Pemerintah menilai pelaksanaan APBN sepanjang delapan bulan pertama 2026 masih sesuai dengan arah yang ditetapkan.

“Perjalanan APBN relatif on track,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026, Jumat (18/9).

Baca Juga: Kejagung Sita 38 Aset Febrie Adriansyah Senilai Rp846 Miliar, Sahroni: Lanjutkan Penelusuran

Dari sisi penerimaan, negara telah mengumpulkan Rp2.055,6 triliun hingga Agustus. Realisasi itu mencapai 65,2 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Sementara itu, belanja negara mencapai Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari pagu. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, belanja tersebut tumbuh 17,1 persen.

Belanja pemerintah pusat tercatat Rp1.791,5 triliun. Di dalamnya terdapat belanja kementerian/lembaga sebesar Rp912,4 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga Rp879,1 triliun.

Adapun transfer ke daerah telah mencapai Rp504,3 triliun.

Dengan selisih antara penerimaan dan belanja tersebut, posisi defisit APBN berada di angka Rp240,1 triliun. Pada saat bersamaan, keseimbangan primer tercatat surplus Rp154 triliun.

Pemerintah memperkirakan defisit APBN hingga penghujung 2026 berada sekitar 2,85 persen PDB atau Rp734,3 triliun. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan target awal APBN sebesar 2,68 persen PDB.

Baca Juga: Sering Makan Mi Instan? Waspadai 12 Bahaya Tersembunyi Ini bagi Tubuh

Posisi defisit hingga Agustus 2026 juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika defisit tercatat Rp321,3 triliun atau 1,35 persen PDB. 

Editor : Uways Alqadrie
dirjen pajak Bimo Wijayanto Menteri Keuangan Suahasil Nazara pendapatan negara 2026 defisit APBN 2026 kementerian keuangan